Jember, Kabarpas.com – Sektor pertembakauan yang menjadi nadi ekonomi Jember kembali mendapat perhatian besar melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2025. Pada Jumat (28/11/2025), Gus Fawait menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut di Bin Cigar, sebagai bentuk dukungan nyata kepada para petani dan pekerja tembakau yang selama ini menjadi penopang industri lokal.
Di hadapan ratusan penerima bantuan, Gus Fawait mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya memperluas program-program perlindungan sosial. Ia menyebut, hingga saat ini sudah lebih dari 40 ribu petani tembakau di Kabupaten Jember yang diikutkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan. “Kalau terjadi apa-apa, kecelakaan atau bahkan meninggal dunia, ada santunannya. Tapi mudah-mudahan semuanya panjang umur,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan dengan nominal bantuan mencapai Rp1 juta per orang, khusus bagi pekerja dan masyarakat yang bersentuhan langsung dengan sektor pertembakauan. Bantuan ini diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Mudah-mudahan bermanfaat. Dipakai untuk kebutuhan keluarga, jangan untuk hal-hal yang tidak perlu,” pesan Bupati.
Gus Fawait juga memohon doa restu masyarakat agar seluruh jajaran pemerintah dapat menjalankan amanah dengan baik serta membawa Jember menuju kemajuan yang lebih besar.
Acara penyerahan bantuan ini dihadiri oleh 275 orang sebagai perwakilan penerima, sementara ribuan penerima lainnya akan memperoleh bantuan melalui mekanisme yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah. Gus Fawait menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak berkaitan dengan politik. “Ini bukan urusan politik. Pilkada sudah selesai, Pilpres juga selesai. Ini murni untuk masyarakat,” tegasnya.
Bantuan DBHCHT tahun ini juga mencakup pekerja sektor pertembakauan lainnya, termasuk karyawan pabrik dan buruh gudang. Tercatat sekitar 14 ribu lebih pekerja mendapatkan bantuan langsung tunai yang besarnya mencapai satu juta rupiah per orang. Selain itu, pemerintah memastikan bahwa para petani tidak hanya mendapat perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga jaminan kesehatan melalui program Jember UHC Prioritas, sehingga mereka memiliki kepastian layanan ketika sakit.
Terkait total anggaran DBH CHT 2025, Bupati menyampaikan bahwa rincian lengkap dikelola oleh perangkat daerah teknis yang menangani program tersebut. Namun ia memastikan bahwa seluruh penggunaan anggaran diarahkan untuk sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan pertembakauan dan kesejahteraan masyarakat Jember.
Gus Fawait menutup acara dengan harapan besar agar industri tembakau Jember terus tumbuh, termasuk keberlangsungan pabrik-pabrik seperti Bin Cigar dan lainnya. Pertumbuhan industri ini diharapkan membawa dampak positif bagi ekonomi daerah sekaligus memperbesar ruang bantuan dan perlindungan bagi masyarakat di sektor ini. (dan/ian).

















