Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 8 Des 2025

Jalan Kartini Diprotes Makin Sempit, Bupati Fawait Tetap Optimis: Jember Butuh Pusat Keramaian Baru


Jalan Kartini Diprotes Makin Sempit, Bupati Fawait Tetap Optimis: Jember Butuh Pusat Keramaian Baru Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Rencana Pemerintah Kabupaten Jember memperlebar trotoar di Jalan Kartini guna pengembangan kawasan food street menuai penolakan warga. Masyarakat yang melintas di kawasan tersebut menyampaikan keberatan karena pelebaran trotoar dinilai justru mempersempit ruang kendaraan dan berpotensi memperparah kemacetan di salah satu koridor tersibuk Kota Jember itu.

Jalan Kartini selama ini dikenal sebagai jalur padat aktivitas dengan keberadaan sekolah, rumah makan, rumah sakit , serta Gereja Santo Yusuf yang menjadi pusat kegiatan umat setiap minggunya. Dengan arus lalu lintas yang tinggi sejak pagi hingga malam, warga khawatir kebijakan pelebaran trotoar akan mengganggu mobilitas, memperbesar risiko kemacetan, dan memengaruhi operasional lembaga-lembaga penting di sepanjang jalan tersebut.

Selain keluhan soal penyempitan jalan, sebagian warga juga mempertanyakan urgensi menjadikan Jalan Kartini sebagai pusat kuliner. Menurut mereka, kawasan itu sudah memiliki beban lalu lintas tinggi, sehingga penambahan aktivitas komersial dikhawatirkan justru menambah titik kepadatan baru terutama pada jam-jam ibadah di Gereja Santo Yusuf dan jam bubar sekolah.

Menanggapi sorotan tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa dinamika pro dan kontra merupakan bagian wajar dari setiap proses penataan kota. Ia menyebut bahwa food street di Jalan Kartini disiapkan untuk membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru, memperkuat sektor UMKM, sekaligus menghadirkan kawasan wisata malam yang dapat menghidupkan ekonomi lokal.

“Saya pikir food street adalah salah satu cara memunculkan pusat keramaian baru sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pengembangan ini juga untuk UMKM. Kita sudah komunikasi dengan semua pihak, bahkan dengan pihak gereja kami sudah bertemu hari Selasa kemarin. Insyaallah tidak ada hal yang membahayakan atau menyulitkan,” ujarnya, Minggu (7/12/2025).

Menurutnya, kekhawatiran warga akan kemacetan perlu dilihat dalam konteks desain operasional kawasan. Food street nantinya hanya dibuka pada malam hari, ketika aktivitas utama lembaga-lembaga di Jalan Kartini telah berkurang. Dengan pola ini, ia optimistis pemanfaatan ruang dapat berjalan lebih tertib tanpa mengganggu mobilitas pada siang hari.

“Konsepnya nanti dibuka malam. Kalau di Surabaya ada Kota Lama, di Malang ada Kayutangan, di Jogjakarta ada Malioboro, maka nanti di Jember ada food street,” jelasnya.

Fawait juga menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan proyek tunggal, melainkan bagian dari koridor wisata malam yang direncanakan membentang dari area Stasiun Jember menuju Pendopo Wahyawibawagraha hingga kawasan Jalan Kartini. Dalam jangka panjang, ia berharap pengembangan itu dapat diperluas hingga kawasan komplek Matahari.

“Kalau nanti sudah jadi dan kelihatan bagus, saya yakin banyak tempat lain akan meminta dibangun food street. Ke depan, kalau konsep ini berhasil, bukan hanya di daerah Jalan Kartini. Di beberapa titik yang rawan kemacetan juga bisa kita tata supaya manfaatnya merata wisata dapat, PKL dapat, keindahan kota juga dapat,” ujarnya.

Pemkab Jember menyatakan bahwa penataan Jalan Kartini bertujuan menyeimbangkan tiga kepentingan, mulai estetika kota, ruang wisata malam, dan pemberdayaan pelaku usaha kecil. Meski demikian, pemerintah memastikan tetap membuka ruang dialog dengan warga untuk meminimalisir dampak kebijakan. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 54 kali

Baca Lainnya

Alas Kaki Unggulan Kota Mojokerto Mampu Bersaing Tembus ke Negara Jepang

9 Mei 2026 - 11:53

Tingkatkan Kenyamanan Akademik, FDIKOM UIN Jakarta Hadirkan Fasilitas Common Room 

8 Mei 2026 - 22:28

PLN Masuk Afdeling Trate, 101 Sambungan Baru Resmi Menyala di Kebun Kalisanen Kotta Blater

8 Mei 2026 - 21:10

Pansus III DPRD Trenggalek Kebut Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Ponpes dan Madrasah

8 Mei 2026 - 21:08

Polres Jember Tetapkan Sopir Truk Jadi Tersangka Kasus Solar Subsidi

8 Mei 2026 - 08:26

Wali Kota Pasuruan Pastikan Pembangunan JLU Berlanjut, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kawasan Industri

8 Mei 2026 - 05:28

Trending di Berita Pasuruan