Jember, Kabarpas.com – Direktur RSD dr. Soebandi Jember, Dr. dr. I Nyoman Semita, Sp.OT (Spine), masuk manifest pesawat Wings Air ATR 72-500/600 dalam penerbangan reguler Jember–Bali, Rabu (10/12/2025). Ia menegaskan bahwa konektivitas udara tersebut bukan hanya mempercepat layanan kesehatan rujukan, namun juga membuka pintu baru bagi arus wisatawan, termasuk peziarah spiritual dari Pulau Dewata.
Nyoman, yang bertolak bersama Bupati Jember Gus Fawait dalam penerbangan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas beroperasinya kembali rute ini. “Kini Jember memiliki jalur cepat menuju Denpasar. Ini sangat penting bagi layanan kesehatan modern dan rujukan spesialis. Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati atas perjuangannya,” ujarnya.
Menurut Nyoman, keberadaan penerbangan 40–50 menit (Jember -Denpasar) tersebut menjadi solusi krusial bagi pasien rujukan dari Bali maupun wilayah tapal kuda yang membutuhkan layanan ortopedi tulang belakang, perawatan intensif, hingga tindakan medis berteknologi tinggi yang dimiliki RSD Soebandi.
Bupati Fawait menegaskan hal serupa. “Banyak masyarakat bersyukur karena perjalanan yang biasanya 10–12 jam kini hanya di bawah satu jam. Ini membuka peluang besar, tidak hanya ekonomi tapi juga kesehatan,” katanya.
Dari Bali ke Jember: Arus Wisata Spiritual Diprediksi Mengalir
Selain sektor kesehatan, rute Jember–Bali diyakini membuka kembali jalur kuno perjalanan spiritual yang sejak lama menghubungkan dua wilayah tersebut. Nyoman menilai, kemudahan akses ini memungkinkan lebih banyak wisatawan religi datang dari Bali menuju titik-titik energi penting di Jember.
Salah satunya Pura Agung Wringin Agung di Kecamatan Jombang, tempat yang diyakini sebagai gerbang antara alam duniawi dan adikodrati. Di area pura terdapat pohon besar Wringin Agung yang oleh tradisi disebut sebagai penjaga perjalanan.
Masyarakat percaya, siapa yang berhenti di Wringin Agung akan dijaga perjalanannya menuju gunung para dewa.
Tempat ini menjadi lokasi matur piuning sebelum melanjutkan perjalanan menuju pusat energi di Jawa Timur.
Di pesisir selatan Jember, terdapat Pantai Pasiban, titik ritual pembasuhan diri sebelum memasuki jantung Pulau Jawa. Legenda setempat menyebut seorang penjaga suci, Dewi Rambut Wangi, yang diyakini memberi restu bagi peziarah.
Konon, pada mereka yang tulus, angin Pasiban membawa aroma harum sebagai restu dari sang penjaga laut.
Para peziarah kuno membasuh kepala dan kaki di sini sebagai simbol membersihkan diri dari energi buruk sebelum melanjutkan perjalanan suci.
Sementara itu, Bupati Fawait menyatakan bahwa optimalisasi bandara tidak terjadi dalam semalam. “Enam sampai delapan bulan eksekutif dan legislatif berjuang. Kini Jember kembali tersambung ke Jakarta, ke Bali, dan ke banyak kota lainnya,” jelasnya.
Ketua Komisi D DPRD Jember yang turut serta dalam penerbangan juga mengapresiasi percepatan konektivitas tersebut, menyebut rute ini menghubungkan Jember dengan lebih dari 15 kabupaten/kota bahkan mengarah pada koneksi penerbangan internasional.
Dengan berjalannya kembali penerbangan rute Jember–Bali, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis dampak besar akan segera terasa, mulai dari dari percepatan layanan kesehatan spesialis, meningkatnya arus investasi dan perdagangan, hingga tumbuhnya wisata spiritual dan pariwisata subtropis di kawasan Jember.
Nyoman menutup dengan optimisme. “Kita tidak hanya tumbuh di ekonomi, tapi juga di kesehatan. Jember punya potensi besar, termasuk untuk pariwisata medis. Semoga Jember makin maju, dan Indonesia makin jaya,” tandasnya. (dan/ian).

















