Jember, Kabarpas.com – Pantai Tanjung Papuma yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata mahal di Jember, kini resmi menjadi wisata ramah kantong. Di bawah kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait, Papuma terintegrasi dengan Pantai Watu Ulo melalui sistem satu tiket seharga Rp12.500 untuk dua destinasi sekaligus.
Terobosan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Jember, Perum Perhutani, dan PT Perhutani Alam Wisata (Palawi Risorsis) dalam pengelolaan kawasan wisata Pantai Watu Ulo dan Pantai Tanjung Papuma dengan sistem one gate system.
Direktur PT Palawi Risorsis, Tedi Sumarto menyebut kesepakatan ini sebagai momentum bersejarah bagi pengembangan pariwisata Jember. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga ini menunjukkan keseriusan Pemkab Jember dalam membangun pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kami hadir dalam sejarah integrasi tiket Watu Ulo dan Papuma. Ini adalah gebrakan luar biasa dari Gus Bupati. Bagi kami, tawaran sinergi dan kolaborasi ini tentu kami sambut dengan sangat baik,” ujar Tedi.
Ia menjelaskan, kesepakatan tersebut lahir dari proses panjang yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari TP3D, OPD terkait, Komisi B DPRD Jember, hingga Dinas Pariwisata yang secara intens melakukan komunikasi dengan Perhutani dan Palawi, termasuk kunjungan langsung ke kantor Palawi di Jakarta.
“Kesepakatan ini berangkat dari niat baik untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan wisata agar lebih terkoordinasi, terintegrasi, dan berorientasi jangka panjang,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Jember Gus Fawait menegaskan bahwa integrasi ini merupakan hasil perjuangan panjang yang akhirnya bisa direalisasikan di masa kepemimpinannya.
“Sudah bertahun-tahun kerja sama ini ingin dilakukan, tapi baru sekarang bisa terwujud. Ini akan menjadi salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Jember,” kata Gus Fawait.
Salah satu poin utama dalam kerja sama ini adalah penerapan sistem satu pintu, di mana wisatawan tidak lagi dipungut biaya dua kali saat mengunjungi Pantai Watu Ulo dan Pantai Papuma.
“Nanti cukup satu tiket saja. Harganya sangat terjangkau, Rp12.500, untuk dua tempat wisata. Ini akan mulai diterapkan sekitar tanggal 1 atau 2 Januari,” jelasnya.
Gus Fawait mengakui bahwa pada tahap awal penerapan kebijakan ini masih akan ditemui sejumlah penyesuaian teknis. Namun ia memastikan seluruh pihak telah sepakat dan berada pada jalur yang sama.
“Namanya kebijakan baru, tentu ada evaluasi. Tapi komitmen kami jelas, wisata Jember tidak boleh mahal. Yang kami kejar bukan hanya pendapatan karcis, tapi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Pantai Watu Ulo dan Pantai Papuma sendiri merupakan dua kawasan strategis pariwisata Jember yang selama ini dikelola secara terpisah meski letaknya berdampingan. Watu Ulo dikenal dengan formasi batu memanjang yang sarat legenda lokal, sementara Papuma telah lama menjadi ikon wisata Jember dengan pasir putih dan lanskap alam yang khas.
Melalui integrasi pengelolaan ini, Pemkab Jember bersama Perhutani dan Palawi berkomitmen menghadirkan layanan wisata yang lebih tertib, transparan, terjangkau, serta tetap menjaga prinsip kelestarian lingkungan.
Dengan satu tiket murah untuk dua destinasi unggulan, Jember kini membuka akses wisata seluas-luasnya bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Papuma dan Watu Ulo sebagai ikon pariwisata daerah. (dan/ian).

















