Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 3 Jan 2026

DPR Buka Posko Satgas Pemulihan di Aceh, Efektifkah Percepatan Pascabencana?


DPR Buka Posko Satgas Pemulihan di Aceh, Efektifkah Percepatan Pascabencana? Perbesar

Jakarta, Kabarpas.com — DPR RI membentuk posko Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana dengan berkantor di Aceh. Langkah ini diklaim untuk memperkuat koordinasi penanganan pemulihan di wilayah terdampak. Namun, pembentukan posko tersebut memunculkan pertanyaan soal efektivitasnya di tengah lambannya realisasi pemulihan pascabencana yang selama ini dikeluhkan daerah.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, posko Satgas akan menjadi simpul koordinasi intensif dan terintegrasi antara DPR, pemerintah pusat, dan daerah. “Penanganan berskala nasional diharapkan dapat mempercepat pemulihan bencana di Aceh,” ujar Dasco usai rapat koordinasi di Banda Aceh, (31/12).

Dasco menegaskan, pimpinan DPR RI akan bergantian berkantor di Aceh untuk memastikan koordinasi berjalan optimal. Namun, kehadiran DPR di lapangan dinilai belum menjawab persoalan utama pemulihan, seperti keterlambatan pembangunan hunian tetap dan pemulihan fasilitas publik, termasuk sektor pendidikan, yang hingga kini masih dalam proses.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri sejumlah anggota DPR RI lintas komisi serta para menteri terkait, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Hadir pula Gubernur Aceh Muzakir Manaf serta sejumlah kepala daerah terdampak. Kehadiran banyak pejabat pusat itu mempertegas skala nasional penanganan, sekaligus menyoroti lemahnya sinkronisasi kebijakan sebelumnya.

DPR menyatakan koordinasi akan terus dilakukan hingga pemulihan terealisasi. Namun, tanpa tenggat waktu yang jelas dan mekanisme pengawasan yang tegas terhadap kinerja kementerian dan lembaga teknis, posko Satgas berpotensi hanya menjadi simbol kehadiran negara, bukan solusi konkret bagi warga terdampak bencana di Aceh. (Ren/Ian).

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Fawait Dorong Peran Guru Ngaji dalam Penguatan Karakter Warga Jember

28 Juni 2026 - 16:21

PDI Perjuangan Trenggalek Gelar Pendidikan Politik dan Pembekalan ‘Public Speaking’ Kader Perempuan

28 Juni 2026 - 14:39

Membangun Ekosistem Bisnis, Menguatkan UMKM Jawa Timur: Babak Baru Mie Mapan di Usia Ke-34

28 Juni 2026 - 13:43

Banyuwangi BerStylo Bersama Satukan 200 Pengguna New Honda Stylo 160

28 Juni 2026 - 12:28

Petik Laut 2026, Mas Adi Sebut Tradisi Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Bahari

28 Juni 2026 - 12:19

Setelah Lima Tahun Bergulir, Raperda PPLH Inisiatif DPRD Jember Akhirnya Disahkan Jadi Perda

28 Juni 2026 - 09:14

Trending di KABAR NUSANTARA