Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 7 Jan 2026

Kemenag Pastikan KBM Madrasah di Sumatera Barat Berjalan Pascabanjir


Kemenag Pastikan KBM Madrasah di Sumatera Barat Berjalan Pascabanjir Perbesar

Sumatera, Kabarpas.com — Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) Madrasah terdampak bencana di Sumatera Barat tetap berjalan dengan baik pasca banjir.

Kepastian ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno saat mengunjungi langsung ke MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah, kab. Agam.

Kedua MTs tersebut terdampak cukup berat dan MTs Selasar Air hanyut tak tersisa. Saat ini proses KBM dilaksanakan di area Masjid.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menegaskan, keberlangsungan proses pembelajaran menjadi prioritas utama pemerintah, terutama di satuan pendidikan yang terdampak bencana alam.

“Bantuan yang disalurkan Kemenag difokuskan untuk pemulihan sarana prasarana agar madrasah dapat segera beroperasi normal dan peserta didik tidak kehilangan hak belajarnya,” ujar Amien Suyitno, Selasa (6/1/2026).

Kemenag telah menyalurkan bantuan penanganan dampak bencana banjir pendidikan sebesar Rp6,4 miliar untuk 64 madrasah dan RA di Sumatera Barat. Setiap lembaga penerima memperoleh Rp100 juta, yang digunakan untuk rehabilitasi ringan, pengadaan sarana pendukung pembelajaran, serta pemulihan lingkungan belajar.

Rincian bantuan tersebut meliputi 22 Madrasah Negeridengan total bantuan Rp2,2 miliar; 29 Madrasah Swasta dengan total bantuan Rp2,9 miliar; serta 13 RA dengan total bantuan Rp1,3 miliar.

Di MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah, bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menyiapkan kelancaran proses belajar mengajar dengan baik. Dengan langkah cepat ini, madrasah mulai kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Amien Suyitno menambahkan, Kemenag terus memperkuat sistem respons cepat kebencanaan di sektor pendidikan Islam, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi.

“Madrasah harus menjadi ruang belajar yang tangguh menghadapi bencana. Negara hadir tidak hanya saat darurat, tetapi juga memastikan pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dirjen Pendis juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat sekitar, wali murid, dan pihak terkait yang secara gotong royong membantu madrasah untuk bangkit kembali.

​”Semangat gotong royong inilah yang mempercepat pemulihan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung agar fasilitas yang rusak segera diperbaiki melalui skema bantuan darurat maupun anggaran sarana prasarana,” terangnya.

​Hadir mendampingi dalam kunjungan ini, Mustafa – Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat, Thomas Febria – Kepala Kantor Kemenag Kab. Agam, Abdullah Hanif – Kabag Umum Pendis, serta jajaran pimpinan madrasah setempat. (np/ian).

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jember Perpanjang Kontrak 8.236 PPPK Paruh Waktu, Kinerja Tetap Jadi Syarat Keberlanjutan

5 Agustus 2026 - 16:33

Gubernur Jatim Bersama Danjen Akademi TNI Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pasuruan

5 Agustus 2026 - 16:16

MPM Honda Jatim Siap Hadirkan Semangat Satu HATI di Honda DBL 2026 East Java Series

5 Agustus 2026 - 08:37

Era Baru Big Bike Petualang Dimulai, New Honda NX500 Resmi Hadir di Jawa Timur

5 Agustus 2026 - 08:35

Home Care Jember Dinilai Wujudkan Sila Kelima Pancasila, Selaras dengan Asta Cita Prabowo

4 Agustus 2026 - 18:19

Warga Beji Tewas Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Kapolres Minta Maaf dan Janji Tindak Tegas

4 Agustus 2026 - 13:20

Trending di Berita Pasuruan