Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 11 Apr 2026

Bocah 4 Tahun di Pasuruan Tewas Tenggelam di Sungai Sedodol


Bocah 4 Tahun di Pasuruan Tewas Tenggelam di Sungai Sedodol Perbesar

Reporter: Emen Sugeng Hariyono

Editor: Ian Arieshandy

 

​Pasuruan, Kabarpas.com – Suasana Desa Plinggisan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan mendadak gempar pada Sabtu (11/04/2026) siang. Seorang bocah laki-laki berusia empat tahun meninggal dunia setelah tenggelam dan terseret arus di Sungai Sedodol.

​Korban diketahui bernama Akhmad Fathir (4), warga Dusun Sedodol RT 02 RW 05, Desa Plinggisan. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di area sekitar Jembatan Sedodol.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban sedang bermain dan berenang di sungai bersama dua teman sebayanya, Akmal dan Wahyu. Aktivitas bermain yang awalnya ceria berubah menjadi kepanikan saat korban tiba-tiba terseret arus.

​“Saat itu korban bermain dan berenang di sungai bersama dua temannya. Tidak lama kemudian korban tenggelam dan tidak muncul ke permukaan,” ujar Aipda Junaedi, Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota.

​Melihat Fathir tak kunjung muncul ke permukaan, kedua temannya segera berlari meminta pertolongan kepada warga sekitar.

​Warga yang menerima laporan langsung bergerak cepat melakukan pencarian manual dengan menyisir aliran sungai. Setelah upaya pencarian selama kurang lebih satu jam, tubuh korban akhirnya ditemukan tidak jauh dari lokasi awal tenggelam.

​“Korban ditemukan warga sekitar satu jam kemudian dalam kondisi meninggal dunia di sekitar Jembatan Sedodol,” imbuh Junaedi.

​Petugas dari Polsek Kraton, yakni Aipda M. Ali dan Bripka Budianto, segera tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan membantu proses evakuasi. Petugas juga berkoordinasi dengan pihak puskesmas serta pemerintah desa setempat untuk memastikan kondisi korban.

​Setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan visum maupun autopsi.

“Pernyataan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani oleh pihak keluarga,” tandasnya.

​Kejadian ini menjadi peringatan bagi para orang tua untuk lebih waspada dan memperketat pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar aliran sungai, terutama di musim yang tidak menentu. (emn/ian).

Artikel ini telah dibaca 41 kali

Baca Lainnya

Astra Honda Siap Lanjutkan Performa Positif di ARRC Mandalika 2026

7 Agustus 2026 - 20:31

Bupati Jember Bantah Programnya Sekadar Populis, Akui Kekompakan ASN Masih Jadi Tantangan

7 Agustus 2026 - 20:26

DBHCHT Kota Pasuruan Hadirkan Perlindungan Nyata, Ahli Waris Pekerja Rentan Terima Santunan Rp70 Juta

7 Agustus 2026 - 16:19

Polres Jombang Perkuat Kolaborasi, Gelar Apel Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla

7 Agustus 2026 - 13:28

Sengketa Tanah Bobi Warga Silo Jember vs Bunda Bali Berlanjut di Jalur Pidana dan Perdata 

7 Agustus 2026 - 13:26

INDOMOBIL Expo Semarang 2026 Hadirkan Beragam Kendaraan Listrik Terbaru dan Promo Spesial

7 Agustus 2026 - 09:13

Trending di KABAR NUSANTARA