Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 27 Mei 2026

Bem Uniwara Gelar Nobar dan Diskusi Kritis Film Pesta Babi, Soroti Krisis Ekologi Papua


Bem Uniwara Gelar Nobar dan Diskusi Kritis Film Pesta Babi, Soroti Krisis Ekologi Papua Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas PGRI Wiranegara (Uniwara) menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi kritis film dokumenter Pesta Babi dengan tema “Tanah yang Menangis: Ketika Pembangunan Menggusur Kehidupan”, sebagai bentuk ruang akademik mahasiswa dalam merespons persoalan sosial dan ekologis di Papua.

Kegiatan yang dihadiri mahasiswa lintas organisasi dan civitas akademika tersebut menjadi forum refleksi atas berbagai isu pembangunan, konfliknya agraria, kerusakan lingkungan, hingga posisi masyarakat adat dalam arus pembangunan nasional.

Ketua BEM Universitas PGRI Wiranegara dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ruang kritik dan kesadaran sosial di tengah meningkatnya persoalan ekologis di Indonesia, khususnya di Papua.

“Pembangunan tidak boleh hanya berbicara soal investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan, hak masyarakat adat, dan nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Film Pesta Babi sendiri belakangan menjadi perhatian publik karena mengangkat isu pembukaan lahan besar-besaran, eksploitasi sumber daya alam, dan dampak sosial terhadap masyarakat adat Papua.

Dalam forum diskusi, BEM Universitas PGRI Wiranegara menyoroti meningkatnya ancaman ekologis di Papua. Berdasarkan laporan Auriga Nusantara tahun 2025, angka deforestasi nasional mengalami peningkatan signifikan dan Papua menjadi salah satu wilayah dengan lonjakan pembukaan hutan tertinggi.

Mahasiswa juga menilai bahwa proyek pembangunan skala besar di Papua perlu dievaluasi secara menyeluruh agar tidak menimbulkan ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan jangka panjang.

Selain itu, forum tersebut menghasilkan lima poin pernyataan sikap mahasiswa, di antaranya penolakan terhadap pembangunan yang mengabaikan hak masyarakat adat, dorongan evaluasi proyek strategis nasional di Papua, hingga perlindungan ruang demokrasi dan kebebasan menyampaikan kritik.

Ketua BEM Universitas PGRI Wiranegara, Muhammad Qomarudin menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pembangunan nasional, melainkan upaya mendorong pembangunan yang lebih adil, partisipatif, dan berkelanjutan.

“Mahasiswa harus hadir sebagai suara moral masyarakat. Kampus tidak boleh kehilangan keberanian untuk membicarakan persoalan rakyat dan lingkungan,” tutup Ketua BEM.

Kegiatan nobar dan diskusi ditutup dengan refleksi bersama serta ajakan kepada mahasiswa untuk terus memperkuat literasi sosial, ekologis, dan kemanusiaan di tengah tantangan pembangunan nasional saat ini. (rls/ian).

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Pemkab Probolinggo Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo ke Masjid Besar Darul Muqorrobin Kuripan

27 Mei 2026 - 21:10

Gerindra Jember Siapkan Puluhan Ekor Sapi Kurban, Dibagikan hingga Tingkat Kecamatan

27 Mei 2026 - 15:16

Pemkot Pasuruan Salurkan 86 Hewan Kurban

27 Mei 2026 - 10:37

DPRD Trenggalek Resmikan PAW Anggota, Komarudin Gantikan Almarhum Nur Effendi

26 Mei 2026 - 20:37

Maknai Idul Adha 2026, BRI Branch Office Pasuruan Salurkan Hewan Qurban Bagi Masyarakat Kurang Mampu

26 Mei 2026 - 15:30

SMKN 1 Baureno Raih Best Performance TUK Astra Honda, Bukti Kualitas Vokasi Binaan MPM Honda Jatim

26 Mei 2026 - 11:51

Trending di Kabar Otomotif