Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 1 Jun 2026

Ribuan Jamaah Padati Purnamaan di Jantung Kota Pasuruan


Ribuan Jamaah Padati Purnamaan di Jantung Kota Pasuruan Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com -Nuansa spiritualitas dan budaya leluhur kembali berdenyut kencang di jantung Kota Pasuruan. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru Kota dan Kabupaten Pasuruan memadati kompleks Masjid Agung Al Anwar untuk menghadiri ritual keagamaan dan kebudayaan “Purnamaan” yang kini genap menginjak usia 18 bulan.

​Acara yang berlangsung khidmat di bawah langit cerah ini mengambil tempat di Pajimatan Adipati Niti Adi Ningrat—atau yang karib dikenal sebagai Kanjeng Pangeran Surga Surgi—Bupati pertama Pasuruan. Lokasi ini bernilai strategis dan historis karena berhadapan langsung dengan tiga ikon monumental Pasuruan: Payung Madinah, Alun-Alun Kota, dan Pendopo Bupati.

​Sejak sore hingga malam hari, lantunan puji-pujian, doa, dan dzikir menggema dengan penuh kekhusyukan. Suasana religius yang kental tampak menyatu selaras dengan nilai-nilai budaya lokal yang terus dirawat oleh masyarakat setempat.

​Sebagai bentuk penghormatan dan pelayanan kepada para jamaah yang hadir, pihak panitia menyediakan ribuan konsumsi secara swadaya.

​”Kami menyiapkan 1.500 bungkus nasi untuk para jamaah. Ini adalah bentuk khidmah (pelayanan) kami kepada masyarakat yang antusias hadir menjaga tradisi ini,” ujar Gus Mamat, salah satu penggiat acara.

​Sementara itu, Basori, tokoh penggiat Purnamaan, mengungkapkan rasa syukurnya atas konsistensi kegiatan ini yang telah berjalan selama satu setengah tahun. Menurutnya, mempertahankan kegiatan ini hingga bulan ke-18 bukanlah perkara mudah dan penuh dengan dinamika serta tantangan. Namun, semua hambatan berhasil dilalui berkat semangat kebersamaan.

​”Alhamdulillah, perjalanan Purnamaan hingga bulan ke-18 ini menjadi bukti bahwa ketulusan, keikhlasan, dan semangat uri-uri (melestarikan) budaya yang sarat nilai spiritual mampu menyatukan banyak pihak. Kami akan terus berbenah agar kegiatan ini semakin baik dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tutur Basori.

​Kegiatan Purnamaan kini bukan lagi sekadar agenda rutin bulanan bagi warga Pasuruan. Gerakan ini telah bertransformasi menjadi ikhtiar kolektif untuk menjaga warisan leluhur, memperkuat fondasi spiritualitas, serta merawat identitas budaya lokal agar tidak tergerus oleh derasnya arus modernisasi.

​Melalui konsistensi Purnamaan, masyarakat Pasuruan membuktikan bahwa kemajuan zaman dan kelestarian tradisi spiritual-budaya dapat berjalan beriringan secara harmonis di jantung kota. (wan/ian).

Artikel ini telah dibaca 55 kali

Baca Lainnya

Polres Jombang Perkuat Kolaborasi, Gelar Apel Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla

7 Agustus 2026 - 13:28

Sengketa Tanah Bobi Warga Silo Jember vs Bunda Bali Berlanjut di Jalur Pidana dan Perdata 

7 Agustus 2026 - 13:26

INDOMOBIL Expo Semarang 2026 Hadirkan Beragam Kendaraan Listrik Terbaru dan Promo Spesial

7 Agustus 2026 - 09:13

Buya Muzammil Usulkan Pemilihan Ketua Umum PBNU Secara Berjenjang untuk Perkuat Legitimasi Organisasi

6 Agustus 2026 - 18:56

Wakil Ketua Ombudsman Kenang Antrean KTP di Tenda, Kini Nilai Layanan Adminduk Jember Bertransformasi

6 Agustus 2026 - 18:19

Rebranding Dukcapil Digelar di Jember, Peta Cinta Dapat Dukungan Dirjen Dukcapil hingga Ombudsman RI

6 Agustus 2026 - 18:17

Trending di KABAR NUSANTARA