Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 2 Jun 2026

​RMI PBNU Bersama Para Kiai Pasuruan Deklarasikan Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” 


​RMI PBNU Bersama Para Kiai Pasuruan Deklarasikan Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman”  Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) dan Satuan Anti Kekerasan (SAKA) PBNU bersama ratusan kiai dan bu nyai di Pasuruan mendeklarasikan Kampanye Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman”. Acara ini berlangsung di Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Pasuruan. Mengusung jargon “Menjaga Amanah, Merawat Masa Depan,” gerakan ini diinisiasi sebagai langkah konkret dunia pesantren dalam menjamin lingkungan pendidikan yang aman, sehat, nyaman, serta ramah anak.

​Rangkaian acara yang berlangsung intensif sejak 1 hingga 2 Juni 2026 ini mempertemukan seluruh ekosistem pesantren, mulai dari jajaran Pengasuh, Pengurus, Dewan Guru, Musyrif/Musyrifah (pembimbing asrama), hingga ribuan santri.

Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam sambutannya, menegaskan bahwa tugas utama institusi pesantren adalah menjaga kemaslahatan umat serta mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia. Menurutnya, pelindungan terhadap santri merupakan hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar.

“Santri merupakan amanah Allah SWT yang dititipkan kepada pesantren untuk dididik, dibimbing, serta dijaga keselamatan, kehormatan, dan masa depannya. Mewujudkan Pesantren Aman adalah bagian mutlak dari khidmah tersebut,” ujar Gus Yahya dalam arahannya.

Gus Yahya menambahkan bahwa PBNU berkomitmen penuh untuk membangun sistem pengawasan yang terstruktur dari tingkat pusat hingga daerah guna memastikan lingkungan pesantren tetap menjadi ruang yang aman dan sehat bagi anak.

Senada dengan hal tersebut, Ketua RMI PBNU, KH. Hodri Ariev, menyatakan bahwa gerakan nasional ini dirancang untuk melampaui sekadar aspek seremonial belaka. Melalui konsolidasi para pengasuh, RMI ingin membangun benteng pertahanan internal yang kuat dari segala potensi kekerasan.

“Gerakan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah ikhtiar bersama untuk memastikan pesantren tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi santri dalam menuntut ilmu dan membangun masa depannya,” kata KH. Hodri Ariev.

Sementara itu, Ketua SAKA PBNU, Nyai Hj. Alissa Wahid, menyoroti pentingnya penanganan yang menyeluruh di dalam institusi pendidikan Islam, mulai dari mitigasi hingga pemulihan.

“Kita harus menggarisbawahi pentingnya aspek pencegahan, penanganan cepat, dan pemulihan terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan Islam,” tegas Alissa Wahid.

Di tingkat implementasi lapangan, Sekretaris RMI PBNU, Gus Ulun Nuha, menjelaskan bahwa pasca-deklarasi ini pihaknya menargetkan adopsi pakta integritas oleh sedikitnya 1.000 pesantren yang bernaung di bawah RMI. Kampanye ini juga diproyeksikan akan dikawal secara ketat melalui indikator yang terukur agar menjadi agenda wajib berkala.

Ditegaskan, gerakan nasional ini tidak hanya berhenti pada pembacaan ikrar deklarasi, melainkan langsung diwujudkan dalam serangkaian pembekalan edukatif yang komprehensif.

“​Edukasi Seksual dan Digital bagi Santri: Santri putri dibekali Pelatihan Tarbiyah Jinsiyah bersama Ning Nuvis dan Tim Nawaning untuk memahami kesehatan reproduksi dan batasan diri. Di sisi lain, santri putra mengikuti Pelatihan Santri Cakap Media bersama Gus Abdulloh Hamid untuk literasi digital yang sehat. Kemudian ada pelatihan Pengasuh Asrama: Dewan guru dan pengasuh asrama mengikuti pelatihan intensif bersama pakar anak seperti Pak Marzuki Wahid dan Pak Maphur. Pelatihan ini difokuskan pada psikologi perkembangan anak serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan dan pendampingan korban kekerasan,” terangnya.

Selain itu, pada ​momen puncak acara dihadiri oleh sekitar ribuan peserta yang ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta pembacaan naskah deklarasi secara khidmat. Setelah pembukaan di Jawa Timur, roadshow Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman” direncanakan akan terus bergerak menyambangi berbagai wilayah lain di Indonesia. (ajo/ian).

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Jember dan Lion Group Andalkan Kolaborasi Jaga Kontinuitas Penerbangan

2 Juni 2026 - 09:25

PBNU Roadshow ke 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak

1 Juni 2026 - 18:20

Rute Jember–Surabaya Bukan Sekadar Antar Kota, Tapi Pintu Jember ke Indonesia dan Dunia

1 Juni 2026 - 12:56

Rivqy Abdul Halim Sebut Rute Jember–Surabaya Wujud Keadilan Akses, Lion Air Bidik Konektivitas ke 200 Kota Dunia

1 Juni 2026 - 12:47

Tepat di Hari Lahir Pancasila, Rute Penerbangan Jember–Surabaya Resmi Mengudara Kembali

1 Juni 2026 - 12:44

Jalan Tengah Kepastian Hukum, Pentingnya Satu Wadah Kewenangan bagi Organisasi Advokat

1 Juni 2026 - 11:47

Trending di KABAR NUSANTARA