Jember, Kabarpas.com – Pemerintah Kota Jinhua, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, mengajukan sejumlah usulan dalam penjajakan kerja sama Sister City dengan Kabupaten Jember. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah permintaan agar hak dan kepentingan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Jember mendapat perlindungan dan kepastian.
Usulan tersebut disampaikan Wakil Ketua Chinese People’s Political Consultative Conference (CPPCC) Kota Jinhua, Yang Jianming saat agenda penandatanganan notulen pembentukan hubungan Sister City di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (2/6/2026).
Menurut Yang, hubungan ekonomi antara Jinhua dan Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif. Ia menyebut nilai ekspor-impor antara Jinhua dan Indonesia pada 2025 mencapai lebih dari 18,8 miliar yuan atau meningkat 22,48 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Hal ini menunjukkan bahwa potensi kerja sama bilateral masih sangat besar dan menjanjikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pertemuan di Jember menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kedua daerah sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
“Hari ini kita berkumpul di Jember untuk membahas arah kerja sama kedua daerah di masa depan. Pertemuan ini akan menjadi catatan penting yang semakin memperkuat sejarah persahabatan antara Jinhua dan Jember,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Jinhua menyampaikan tiga usulan untuk memperkuat kemitraan dengan Jember. Pertama, memperdalam kerja sama ekonomi dan perdagangan. Dalam poin ini, Jinhua mendorong penguatan investasi yang telah berjalan, termasuk pengembangan proyek Singa Merah dan dukungan terhadap operasional PT Semen Imasco Asiatic di Jember.
Selain itu, Jinhua berharap pemerintah daerah bersama-sama melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan Tiongkok yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Kami juga mendorong lebih banyak perusahaan unggulan dari Jinhua untuk berinvestasi di Jember,” tutur Yang.
Di sisi lain, Jinhua menawarkan peluang pasar yang lebih luas bagi produk unggulan Jember. Komoditas seperti kopi dan kakao dinilai memiliki potensi besar untuk masuk ke pasar Tiongkok melalui jaringan perdagangan internasional Yiwu.
Usulan kedua adalah memperluas kerja sama industri yang mencakup sektor ekonomi, perdagangan, pertanian, pariwisata, budaya, dan pengembangan UMKM. Sedangkan usulan ketiga adalah memperkuat kerja sama pendidikan dan budaya, termasuk membuka peluang kolaborasi antara Jinhua Polytechnic University dengan lembaga pendidikan vokasi di Jember.
Menanggapi berbagai tawaran tersebut, Bupati Fawait menyatakan Pemerintah Kabupaten Jember terbuka terhadap investasi dan kerja sama internasional. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh bentuk kerja sama harus dibangun di atas prinsip saling menguntungkan.
Menurut Fawait, masuknya minat kerja sama dari Kota Jinhua menjadi sinyal bahwa Jember mulai diperhitungkan di tingkat internasional.
“Ini adalah potensi dan kebanggaan bagi kita. Jember hari ini bukan cuma dilirik di tingkat nasional, tetapi juga dilirik oleh kota-kota internasional,” ujarnya.
Fawait mengatakan hubungan Sister City yang tengah dijajaki dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas, termasuk di bidang pendidikan dan kesehatan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kepentingan masyarakat Jember harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kesepakatan yang dibangun.
Terkait permintaan jaminan keamanan bagi investor Tiongkok, Fawait memastikan pemerintah daerah akan berupaya menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif.
“Tentu setiap orang yang mau berinvestasi di mana pun tempatnya, termasuk di Jember dan Indonesia, pasti para pengusaha ingin memastikan keamanan. Dan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga keamanan dan mempermudah semua investasi yang masuk ke Jember,” katanya.
Namun, menurut dia, kemudahan investasi harus berjalan beriringan dengan manfaat yang diterima daerah dan masyarakat.
“Yang saya garis bawahi, kerja sama ini harus menguntungkan kedua belah pihak. China harus untung, Indonesia harus untung, Jember harus untung, termasuk rakyat Jember,” tegas Fawait.
Pernyataan orang nomor satu di Jember itu menegaskan bahwa ia menyambut baik investasi dan kerja sama internasional, tetapi tetap mengedepankan prinsip win-win solution. Bagi Fawait keberhasilan kerja sama tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, melainkan juga dari dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (dan/ian).

















