Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 3 Jun 2026

RSD Kalisat Siap Buka Klinik Vaksin Internasional, Sarana dan SDM Telah Disiapkan 


RSD Kalisat Siap Buka Klinik Vaksin Internasional, Sarana dan SDM Telah Disiapkan  Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat semakin dekat menjadi fasilitas kesehatan pelaksana vaksinasi internasional di Kabupaten Jember. Kesiapan itu terlihat saat tim visitasi Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Probolinggo melakukan verifikasi lapangan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Jember tersebut, Rabu (3/6/2026).

Jika seluruh tahapan berjalan lancar, RSD Kalisat akan menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang dapat melayani vaksinasi internasional sekaligus menerbitkan International Certificate of Vaccination (ICV) bagi masyarakat yang membutuhkan termasuk calon jemaah haji, umrah, pekerja migran, hingga pelaku perjalanan luar negeri.

Direktur RSD Kalisat, Nurullah Hidajahningtyas memaparkan berbagai kesiapan yang telah disiapkan rumah sakit untuk memenuhi standar pelayanan vaksinasi internasional yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

“Harapan kami, apabila izin operasional keluar, RSD Kalisat dapat memberikan pelayanan vaksin internasional bagi masyarakat di wilayah cakupan rumah sakit,” ujarnya di hadapan tim visitasi.

RSD Kalisat sendiri merupakan rumah sakit tipe C dengan akreditasi paripurna dan kapasitas 112 tempat tidur. Rumah sakit ini menjadi rujukan bagi sedikitnya 10 kecamatan di wilayah utara Jember.

Dalam paparannya, Nurullah menjelaskan bahwa rumah sakit telah membentuk tim vaksinasi internasional melalui Surat Keputusan Direktur. Tim tersebut terdiri dari dokter vaksinator bersertifikat, perawat, tenaga farmasi, ahli teknologi elektromedis, hingga petugas administrasi.

Selain sumber daya manusia, rumah sakit juga menyiapkan fasilitas pelayanan yang terpisah dari layanan umum rumah sakit. Area klinik vaksin internasional dilengkapi ruang tunggu, ruang pendaftaran, ruang pemeriksaan, ruang tindakan, hingga ruang administrasi berbasis komputer.

Untuk menjamin mutu vaksin, RSD Kalisat menyiapkan sistem rantai dingin (cold chain) sesuai standar internasional. Dua unit lemari pendingin vaksin, data logger, cool box, cool pack, freeze tag, hingga sistem alarm pemantau suhu telah tersedia.

“Kami menyiapkan seluruh sarana sesuai standar agar kualitas vaksin tetap terjaga sejak penyimpanan hingga diberikan kepada masyarakat,” jelas direktur.

Rumah sakit juga telah menyiapkan prosedur penanganan syok anafilaktik atau reaksi alergi berat pasca-vaksinasi, termasuk troli emergensi lengkap dan peralatan pendukung lainnya. Salah satu hal yang menarik perhatian tim visitasi adalah kesiapan RSD Kalisat dalam menyediakan dokumen sertifikat halal vaksin internasional.

Kepala BKK Probolinggo, dr. Acub Zaenal AMOE, MPH mengaku terkesan karena dokumen tersebut sudah disiapkan sejak awal proses verifikasi.

Menurutnya, hal itu jarang ditemukan pada fasilitas kesehatan lain yang mengajukan izin sebagai pelaksana vaksinasi internasional.

“Biasanya sertifikat halal itu menjadi rekomendasi kami setelah izin terbit. Tapi RSD Kalisat justru sudah menyiapkannya terlebih dahulu. Ini yang kami apresiasi,” ujar Acub.

Ia menjelaskan bahwa sertifikat halal menjadi aspek penting karena masih banyak calon jemaah haji maupun umrah yang mempertanyakan status kehalalan vaksin yang akan digunakan.

“Salah satu persoalan yang sering muncul adalah keraguan masyarakat terkait halal atau tidaknya vaksin. Karena itu kami senang melihat RSD Kalisat sudah mengantisipasi kebutuhan tersebut,” ungkapnya.

Meski memberikan apresiasi terhadap kesiapan rumah sakit, Acub menegaskan bahwa keputusan akhir tetap bergantung pada hasil pemeriksaan lapangan secara detail.

Tim BKK akan mencocokkan dokumen yang telah diajukan dengan kondisi sarana dan prasarana yang tersedia di lapangan.

“Secara umum kesannya sangat bagus. Tapi keputusan final tetap setelah tim melakukan telusur lapangan,” ujarnya.

Menurut Acub, berbagai aspek akan diperiksa secara rinci, mulai dari kualitas jaringan internet, standar rantai dingin vaksin yang diakui WHO, sistem penyimpanan dan distribusi vaksin, hingga kesiapan alat-alat emergensi.

“Satu saja tidak terpenuhi, kami terpaksa mempending proses perizinan,” tegasnya.

Jika seluruh persyaratan dinyatakan sesuai, RSD Kalisat masih harus mengikuti satu tahapan lagi berupa On The Job Training (OJT) yang diselenggarakan BKK Probolinggo.

 

Pelatihan tersebut akan membekali petugas dengan kemampuan teknis, mulai dari penerbitan sertifikat vaksinasi elektronik, sistem pelaporan ke Kementerian Kesehatan, pengelolaan dokumen vaksin internasional, hingga standar mutu pelayanan.

 

“Kalau hasil verifikasi lapangan sesuai, kami pastikan rumah sakit akan mendapatkan izin setelah melewati tahapan OJT,” ujar Acub.

 

Keberadaan klinik vaksin internasional di RSD Kalisat nantinya akan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Jember, khususnya wilayah utara. Warga tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan vaksin internasional dan dokumen perjalanan kesehatan yang menjadi syarat masuk ke sejumlah negara. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Rupiah Melemah Masyarakat Tidak Lengah Mulai Investasi Emas di BRI

3 Juni 2026 - 14:25

Kejagung Geledah Kantor BGN Sehari Setelah Pergantian Pimpinan, Pegawai Sempat Tertahan di Lobi

3 Juni 2026 - 14:05

Keren ! Kota Pasuruan Raih Opini WTP Ke-6 Kali Berturut-turut

3 Juni 2026 - 08:35

Jinhua Ingin Perusahaan Tiongkok di Jember Dilindungi, Fawait Tegaskan Prinsip Saling Menguntungkan 

3 Juni 2026 - 06:51

Jember Go Internasional, Jalin Sister City dengan Kota Jinhua Tiongkok

3 Juni 2026 - 06:49

Kiai Imjaz Kirim 300 Santri Studi Tur dan 64 Lulusan Bina Insan Mulia Raih Beasiswa ke 15 Kampus di China

2 Juni 2026 - 21:44

Trending di KABAR NUSANTARA