Tangerang Selatan, Kabarpas.com — Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Kota Tangerang Selatan resmi melantik tujuh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kota Tangerang Selatan di Aula Kantor Wali Kota Tangerang Selatan.
Pelantikan yang dirangkaikan dengan Sarasehan bertema “Optimalisasi Peran Perempuan dalam Mewujudkan Ekosistem Digital yang Aman dan Ramah Anak di Tangerang Selatan” tersebut menjadi momentum penguatan peran perempuan dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan transformasi digital di Kota Tangerang Selatan.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang Selatan **H. Pilar Saga Ichsan, S.T., M.Ars.**, Ketua KPAI **Dr. Aris Adi Leksono, M.M.Pd.**, perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Yudi Syahrial, unsur Forkopimda, para kepala OPD, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU dan Jajaran Pengurus Pimpinan Wilayah Fatayat NU Banten, Pembina PC dan PAC Fatayat NU Kota Tangerang Selatan, Perwakilan Rais Syuriah PWNU Banten, Ketua PCNU Kota Tangerang Selatan, Ketua MWCNU Se-Kota Tangerang Selatan, Badan Otonom NU, serta tokoh agama dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan H. Pilar Saga Ichsan memberikan apresiasi atas kontribusi Fatayat NU yang dinilai konsisten dalam pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, dan pembangunan masyarakat.
Menurut Pilar, organisasi perempuan memiliki posisi strategis dalam menciptakan kemandirian ekonomi keluarga sekaligus melahirkan pelaku usaha baru yang mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.
Salah satu potensi yang mendapat perhatian Pemerintah Kota Tangerang Selatan adalah produk **susu kurma** yang saat ini mulai dikembangkan oleh kader-kader Fatayat NU.
> “Kami siap mengawal pengembangan usaha susu kurma yang digagas Fatayat NU. Namun yang paling penting saat ini adalah bagaimana produk tersebut mampu menguasai pasar lokal terlebih dahulu,” ujar Pilar.
Ia menegaskan bahwa penguatan pasar lokal merupakan fondasi utama sebelum produk diperluas ke tingkat yang lebih besar.
Menurutnya, setelah memiliki pasar yang kuat dan berkelanjutan, produk tersebut dapat disinergikan dengan program pembinaan **Industri Kecil Menengah (IKM)** yang dimiliki Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
> “Kalau pasar lokal sudah kuat, nanti bisa kita sandingkan dengan program IKM. Kita bantu dari sisi branding, kemasan, standarisasi, hingga proses kurasi yang berkelanjutan. Setelah itu peluang untuk masuk pasar nasional bahkan ekspor akan semakin terbuka,” katanya.
Pilar juga menyampaikan bahwa pengembangan produk unggulan perempuan akan diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama **Hj. Tini Indrayatni**, Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Muslimat (BKMM) Kota Tangerang Selatan.
> “Nanti akan dibantu juga oleh Ibu Hj. Tini Indrayatni untuk memperluas jejaring pemasaran dan pemberdayaan ekonomi perempuan sehingga produk-produk unggulan kader semakin dikenal dan memiliki daya saing,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Kota Tangerang Selatan **Dr. Hj. Iffaty Zamimah, M.Ag.** menegaskan bahwa pelantikan tujuh PAC Fatayat NU bukan sekadar penguatan struktur organisasi, melainkan bagian dari konsolidasi gerakan perempuan dalam menjawab berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan digital.
> “Kami ingin Fatayat NU hadir sebagai organisasi perempuan yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penguatan kelembagaan hingga tingkat kecamatan diharapkan mampu memperluas pelayanan dan pemberdayaan perempuan di akar rumput,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Fatayat NU akan terus mendorong penguatan literasi digital, perlindungan perempuan dan anak, serta pemberdayaan ekonomi kader sebagai bagian dari kontribusi organisasi dalam pembangunan daerah.
Melalui pelantikan tujuh PAC tersebut, Fatayat NU Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan perempuan yang berdaya, keluarga yang tangguh, serta ekonomi umat yang mandiri.
Pelantikan ini sekaligus menjadi langkah awal penguatan gerakan perempuan Nahdlatul Ulama menuju Tangerang Selatan yang maju, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (nur/ian).

















