Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 28 Jun 2026

Membangun Ekosistem Bisnis, Menguatkan UMKM Jawa Timur: Babak Baru Mie Mapan di Usia Ke-34


Membangun Ekosistem Bisnis, Menguatkan UMKM Jawa Timur: Babak Baru Mie Mapan di Usia Ke-34 Perbesar

Surabaya, Kabarpas.com – Salah satu UMKM unggulan Jawa Timur di sektor food and beverage, Mie Mapan, merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 dengan menggelar Re-Opening Outlet Barata Jaya sekaligus meluncurkan konsep bisnis terbarunya, 58 Coffee. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan untuk terus bertransformasi, memperkuat daya saing, serta menghadirkan pengalaman kuliner yang semakin modern bagi masyarakat.

Selama 34 tahun, Mie Mapan telah berkembang dari sebuah usaha kuliner lokal menjadi salah satu merek yang dikenal luas oleh masyarakat. Konsistensi dalam menjaga kualitas produk, pelayanan, inovasi, serta kedekatan dengan pelanggan menjadi fondasi utama yang membawa perusahaan terus bertumbuh dan memperluas jangkauan usahanya di berbagai wilayah, khususnya di Jawa Timur.

Re-Opening Outlet Barata Jaya menghadirkan wajah baru Mie Mapan dengan konsep yang lebih modern, nyaman, dan memberikan pengalaman bersantap yang lebih baik. Pada saat yang sama, peluncuran 58 Coffee menjadi langkah strategis perusahaan dalam merespons perubahan gaya hidup masyarakat yang menginginkan perpaduan antara kuliner berkualitas dan pengalaman menikmati kopi dalam satu destinasi.

Saat ini operasional perusahaan dipimpin oleh William Christian selaku General Manager Operasional Mie Mapan, yang terus mendorong transformasi perusahaan melalui penguatan sistem operasional, peningkatan kualitas layanan, pengembangan sumber daya manusia, serta inovasi model bisnis agar Mie Mapan tetap menjadi salah satu pelaku usaha kuliner yang kompetitif di tengah perkembangan industri food and beverage.

Dalam kesempatan tersebut, Associate Professor Dr. Eric Harianto, S.T., M.M., CIHCM, CIPA, CMC, C.C.D., CSDS, Associate Professor Universitas Ciputra Surabaya, Deputi Ekspor KADIN Jawa Timur, sekaligus Kurator Kementerian UMKM, memberikan keynote sharing mengenai pentingnya membangun Entrepreneurial Business Ecosystem sebagai strategi utama menciptakan perusahaan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Dr. Eric menjelaskan bahwa keberhasilan perusahaan pada era saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk atau besarnya modal, tetapi oleh kemampuan membangun ekosistem bisnis yang terintegrasi. Menurutnya, perusahaan yang mampu bertahan dalam jangka panjang adalah perusahaan yang memiliki sistem kolaborasi yang kuat antara inovasi, kepemimpinan, digitalisasi, sumber daya manusia, rantai pasok, pengalaman pelanggan, serta jejaring kemitraan.

Lebih lanjut, Dr. Eric menekankan bahwa pendekatan Ekosistem Hexahelix merupakan model kolaborasi yang semakin relevan dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Model ini mengintegrasikan peran pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, media, serta lembaga keuangan dan investor sebagai satu kesatuan yang saling memperkuat dalam menciptakan inovasi, memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Saat ini perusahaan tidak cukup hanya memiliki produk yang baik. Yang dibutuhkan adalah kemampuan membangun ekosistem bisnis yang kuat melalui kolaborasi. Ekosistem Hexahelix memungkinkan inovasi berkembang lebih cepat, membuka akses pembiayaan, memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, hingga mempercepat penetrasi pasar nasional maupun internasional. Perusahaan yang mampu membangun kolaborasi akan memiliki daya saing yang jauh lebih kuat dibandingkan perusahaan yang berjalan sendiri,” ujar Dr. Eric Harianto.

Ia menambahkan bahwa perjalanan Mie Mapan selama 34 tahun merupakan contoh nyata bagaimana sebuah UMKM lokal mampu bertumbuh secara berkelanjutan melalui konsistensi kualitas, inovasi, profesionalisme pengelolaan, serta keberanian melakukan transformasi mengikuti perubahan perilaku konsumen.

Dr. Eric juga memberikan apresiasi kepada William Christian yang dinilai berhasil membawa semangat pembelajaran berkelanjutan dalam kepemimpinannya. Selain menjabat sebagai General Manager Operasional Mie Mapan, William juga merupakan mahasiswa Program Magister Manajemen Universitas Ciputra Surabaya yang secara aktif mengintegrasikan ilmu akademik dengan implementasi nyata dalam pengembangan perusahaan.

Menurut Dr. Eric, sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri menjadi salah satu kunci dalam menciptakan entrepreneur masa depan yang memiliki kemampuan berpikir strategis, berorientasi pada inovasi, serta mampu menghasilkan keputusan bisnis berbasis riset dan praktik terbaik.

“Inilah esensi pendidikan kewirausahaan. Kampus tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi dunia usaha dalam menciptakan inovasi dan meningkatkan daya saing perusahaan. Ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan pengalaman industri, maka akan lahir entrepreneur yang mampu membawa UMKM Indonesia naik kelas menuju perusahaan yang profesional, berdaya saing global, dan siap memasuki pasar ekspor,” tambahnya.

Perayaan HUT ke-34 Mie Mapan menjadi lebih dari sekadar peringatan usia perusahaan. Momentum ini menjadi simbol semangat untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, dan membangun ekosistem bisnis yang memberikan manfaat bagi pelanggan, mitra usaha, karyawan, serta masyarakat luas.

Dengan semangat transformasi yang diwujudkan melalui Re-Opening Outlet Barata Jaya dan peluncuran 58 Coffee, Mie Mapan menunjukkan bahwa UMKM lokal mampu terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kualitas, pelayanan, dan kedekatan dengan pelanggan.

Perjalanan panjang selama 34 tahun tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM di Indonesia bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya dibangun melalui kerja keras, tetapi juga melalui keberanian untuk terus belajar, berinovasi, membangun kolaborasi, dan memperkuat ekosistem bisnis sebagai fondasi menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.

Mie Mapan merupakan salah satu merek kuliner asal Surabaya yang telah hadir selama lebih dari tiga dekade dan dikenal melalui beragam menu khas Nusantara. Dengan semangat inovasi, kualitas pelayanan, dan pengembangan sumber daya manusia, Mie Mapan terus memperkuat posisinya sebagai salah satu UMKM inspiratif di sektor food and beverage yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan Indonesia. (ajo/ian).

Artikel ini telah dibaca 84 kali

Baca Lainnya

PDI Perjuangan Trenggalek Gelar Pendidikan Politik dan Pembekalan ‘Public Speaking’ Kader Perempuan

28 Juni 2026 - 14:39

Banyuwangi BerStylo Bersama Satukan 200 Pengguna New Honda Stylo 160

28 Juni 2026 - 12:28

Petik Laut 2026, Mas Adi Sebut Tradisi Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Bahari

28 Juni 2026 - 12:19

Setelah Lima Tahun Bergulir, Raperda PPLH Inisiatif DPRD Jember Akhirnya Disahkan Jadi Perda

28 Juni 2026 - 09:14

Lima Raperda Disahkan, Bupati Fawait Bidik Percepatan Pembangunan Jember hingga Penanganan Sampah Rp 2 Triliun

28 Juni 2026 - 09:08

Bangun Ekosistem Entrepreneurship, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim Berkolaborasi dengan KADIN dan Universitas Ciputra Surabaya

27 Juni 2026 - 08:21

Trending di KABAR NUSANTARA