Jember, Kabarpas.com – Program Home Care yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember dinilai menghadirkan perubahan pendekatan dalam pelayanan kesehatan. Jika sebelumnya masyarakat harus datang ke fasilitas kesehatan, kini layanan justru menjangkau warga, terutama mereka yang memiliki keterbatasan akses.
Penilaian itu disampaikan organisasi Bareng Rakyat. Koordinator Daerah Bareng Rakyat Jember, Dwi Nouval Zakaria mengatakan pelayanan kesehatan merupakan hak dasar warga negara yang semestinya dapat diakses tanpa dibatasi kondisi ekonomi maupun letak geografis.
Menurut Nouval, program Home Care mencerminkan pergeseran paradigma pelayanan publik dari pola pasif menjadi aktif.
“Home Care membalik cara pandang pelayanan publik. Negara tidak lagi menunggu rakyat datang, tetapi hadir mendatangi mereka yang paling membutuhkan. Bagi kami, inilah wajah negara yang bekerja untuk rakyat,” tuturnya.
Nouval menilai ukuran keberhasilan pelayanan publik bukan terletak pada besarnya birokrasi, melainkan sejauh mana negara mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini mengalami hambatan dalam mengakses layanan.
Karena itu, Nouval berpandangan program Home Care berpotensi menjadi praktik baik yang dapat diadaptasi pemerintah daerah lain.
“Program seperti Home Care layak menjadi rujukan daerah lain. Negara harus menghapus hambatan akses kesehatan, bukan membiarkan rakyat berjuang sendiri menghadapi keterbatasan,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Nasional Bareng Rakyat Bidang Pengorganisasian, Svara Gerwaniandira memandang pelayanan publik semestinya menjadi instrumen untuk mewujudkan keadilan sosial. Menurut dia, legitimasi negara tidak hanya dibangun melalui regulasi, tetapi juga melalui kehadiran nyata dalam memenuhi hak-hak dasar warga.
“Negara memperoleh legitimasi bukan karena banyaknya regulasi, tetapi karena kemampuannya hadir saat rakyat membutuhkan. Home Care menunjukkan pelayanan publik dapat keluar dari tembok birokrasi dan hadir di ruang hidup masyarakat,” ucap Svara.
Meski demikian, Bareng Rakyat menilai pelaksanaan program tersebut tetap memerlukan pengawasan. Organisasi itu menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan, ketersediaan tenaga kesehatan, kesinambungan pembiayaan, serta efektivitas sistem rujukan agar manfaat program dapat berlangsung dalam jangka panjang.
“Kami mendukung setiap kebijakan yang berpihak kepada rakyat, tetapi tetap akan mengkritisi pelaksanaannya. Keberpihakan kepada rakyat harus dibuktikan melalui pelayanan publik yang berkualitas, bukan sekadar slogan,” ujar Svara.
Bareng Rakyat merupakan organisasi yang bergerak di bidang pengorganisasian masyarakat, pendidikan politik, dan advokasi kebijakan publik. Organisasi tersebut mendorong lahirnya kebijakan yang berorientasi pada keadilan sosial serta mengawal pemenuhan hak-hak dasar masyarakat melalui berbagai isu strategis di tingkat nasional maupun daerah. (dan/ian).

















