Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 12 Agu 2026

Petani Kopi Desa Dayurejo Dilatih Mengolah Limbah Organik dan Limbah Ternak Menjadi Pupuk Organik


					Petani Kopi Desa Dayurejo Dilatih Mengolah Limbah Organik dan Limbah Ternak Menjadi Pupuk Organik Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com — Pemanfaatan limbah organik sebagai sumber bahan baku pupuk menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Hal tersebut mendorong tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Yudharta Pasuruan berkolaborasi dengan Universitas Merdeka Pasuruan dalam Program Pemberdayaan Desa Binaan melaksanakan pelatihan pemanfaatan limbah organik sampah rumah tangga dan limbah ternak menjadi pupuk organik bagi Anggota Koperasi CMPK yaitu petani kopi di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Program ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2026.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani kopi anggota Koperasi CMPK dalam mengelola berbagai limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman kopi. Selama ini, sampah organik rumah tangga, sisa tanaman, dan limbah ternak masih belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dan sebagian berpotensi menjadi sumber pencemaran apabila tidak dikelola dengan baik.

Dalam pelatihan, petani mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta prinsip pengolahan bahan organik menjadi pupuk. Tim PKM menjelaskan tahapan mulai dari pemilahan dan persiapan bahan, pencacahan, pencampuran limbah organik dan limbah ternak, penambahan bahan pendukung atau aktivator, hingga proses fermentasi dan pematangan pupuk organik.

Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan yangdiisi juga dengan praktik, banyak pertanyaan terkait proses fermentasi dan bahan-bahan yang digunakan, ini menandakan bahwa peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan” ujar Zainul Arifin, SP., MP salah satu anggota Tim dan pemateri kegiatan.

Tidak hanya mendapatkan materi, para petani juga mengikuti praktik secara langsung. Melalui metode praktik, peserta dapat memahami karakteristik bahan yang digunakan, komposisi campuran, pengaturan kelembapan, serta proses pengomposan hingga menghasilkan pupuk organik yang siap diaplikasikan pada tanaman kopi.

Bagi petani kopi, pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik memiliki nilai penting karena dapat membantu menyediakan sumber bahan organik bagi lahan perkebunan. Penggunaan pupuk organik juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas tanah, memperbaiki struktur tanah, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan input eksternal.

Selain aspek lingkungan dan budidaya, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi bagi petani. Limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat untuk kebutuhan kebun, bahkan berpotensi dikembangkan menjadi produk pupuk organik yang memiliki nilai jual apabila dikelola secara berkelanjutan.

Tim PKM yang diketuai oleh Universitas Yudharta Pasuruan berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan dapat diterapkan oleh petani secara mandiri di lingkungan masing-masing. Ke depan, pengelolaan limbah organik dan limbah ternak diharapkan dapat menjadi bagian dari sistem pertanian kopi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berbasis pada pemanfaatan sumber daya lokal.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal dalam mendorong terbentuknya model pertanian sirkular berbasis komoditas kopi, di mana limbah dari aktivitas rumah tangga dan peternakan dapat dikembalikan ke lahan pertanian dalam bentuk pupuk organik. Dengan demikian, pengelolaan limbah tidak hanya menjadi solusi permasalahan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat langsung bagi keberlanjutan usaha tani kopi masyarakat Desa Dayurejo. (ajo/ian).

Artikel ini telah dibaca 43 kali

Baca Lainnya

Menuju POPDA XV dan PEPARPEDA III, Mas Adi Titip Pesan Sportivitas dan Jaga Nama Baik Kota Pasuruan

5 November 2026 - 19:10

Kejuaraan Atletik Piala Bupati Jember Rampung, PASI Minta Kesiapan Medis Jadi Perhatian

5 November 2026 - 18:55

PWNU-Polda Jatim Siapkan Kerjasama Program “Jogo Pondok

5 November 2026 - 15:39

Empat SD Terbaik Siap Berebut Gelar Bintang Juara di Grand Final Liga Bintang Juara GTV

5 November 2026 - 15:34

LAZISNU se-Jatim Kirim Satu Kontainer Bantuan untuk Penyintas Gempa Flores NTT

4 November 2026 - 18:48

Baznas Kabupaten Probolinggo dan Baznas Jatim Kolaborasi Perbaiki Dua Rutilahu

4 November 2026 - 18:42

Trending di Kabar Probolinggo