Surabaya, kabarpas.com – Kementerian Kesehatan mencatat temuan yang mengkhawatirkan. Sebanyak 2,21 juta anak usia sekolah dan remaja di Indonesia terdeteksi memiliki tekanan darah di atas normal.
Data itu dihimpun dari pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar pemerintah hingga 31 Juli 2026.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menyebut angka tersebut merupakan cerminan masalah kesehatan nasional yang harus segera disikapi bersama pusat dan daerah.
“Ini data se-Indonesia ya. Dan sebetulnya sudah diperkirakan pemerintah pusat, tidak hanya pemerintah provinsi,” ujarnya di Surabaya.
Cahyo menjelaskan, strategi yang terus dijalankan pemerintah adalah memperluas skrining kesehatan serta menggalakkan kampanye gaya hidup sehat ke masyarakat.
“Ke depan kita tidak hanya menjadikan CKG sebagai upaya promotif preventif. Yang kedua, kita sedang menggalakkan gemar hidup sehat kepada masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, kesehatan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh olahraga dan pola istirahat. Pola konsumsi harian menjadi faktor kunci. Kebiasaan jajan sembarangan, makanan tinggi garam, minyak, dan gula disebutnya sebagai pemicu utama penyakit tidak menular pada usia muda.
“Pola hidup itu tidak hanya soal olahraga atau istirahat. Pola makan juga sangat berpengaruh. Kalau anak-anak senang makan manis-manis dan sembarangan, potensi penyakitnya pasti banyak,” tuturnya.
Melihat tren itu, Cahyo mendorong adanya regulasi yang mewajibkan produsen mencantumkan informasi nilai gizi pada setiap produk makanan yang beredar.
“Secara pribadi saya berharap ada regulasi yang mengatur kewajiban pencantuman nilai gizi dari setiap makanan yang dikonsumsi masyarakat. Karena itu sangat berpengaruh,” tegasnya.
Menurutnya, edukasi kesehatan tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan dan RSUD milik Pemprov Jatim. Diperlukan gerakan bersama hingga ke tingkat komunitas.
“Ini butuh kolaborasi. Tidak hanya Dinkes dan RSUD di bawah Pemprov Jatim, tetapi juga puskesmas, posyandu, kader KSH, kader PKH dari Kemensos, hingga teman-teman media. Semuanya harus ikut mengingatkan masyarakat tentang pentingnya gemar hidup sehat,” pungkas Cahyo. (bro/ian).

















