Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 24 Agu 2026

Kwaran Gerakan Pramuka Gending Gelar Gending Scout Camp 2026, Edukasi Pelestarian Lingkungan


					Kwaran Gerakan Pramuka Gending Gelar Gending Scout Camp 2026, Edukasi Pelestarian Lingkungan Perbesar

Probolinggo, Kabarpas.com – Sebanyak 700 pelajar SD/MI dan SMP/MTs mengikuti Gending Scout Camp (GSC) 2026 yang digelar Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwaran) Gending di Bumi Perkemahan (Buper) Lapangan Desa Jatiadi, Kecamatan Gending, Sabtu-Minggu (22-23/8/2026).

Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 tersebut diikuti peserta dari 45 gugus depan (gudep). Selain diisi berbagai aktivitas kepramukaan, GSC 2026 juga memberikan perhatian khusus terhadap edukasi dan pelestarian lingkungan.

GSC 2026 dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Probolinggo. Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta serta penanaman pohon.

Turut hadir Camat Gending Winda Permata Erianti selaku Kamabiran Gerakan Pramuka Gending, Ketua Kwaran Gerakan Pramuka Gending Irawan, perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, para kepala desa, kepala sekolah dan kepala madrasah, pengurus Kwaran, mabigus, pembina pramuka, pelatih serta pengurus gugus depan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ mengatakan peringatan Hari Pramuka tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali peran Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat.

“Hari Pramuka ke-65 bukan sekadar kegiatan seremonial atau upacara tahunan. Hari Pramuka harus menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat bahwa Gerakan Pramuka hadir untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak, mandiri, disiplin, peduli, bertanggung jawab serta siap memberikan karya nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan Gerakan Pramuka tidak dapat hanya diukur dari kemeriahan kegiatan. Hal yang lebih penting adalah seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat dan lingkungan.

“Kami memberikan apresiasi kepada Kwaran Gerakan Pramuka Gending yang selama ini terus membangun kolaborasi dengan lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Gending,” tegasnya.

Ia juga memberikan perhatian terhadap persoalan sampah dan lingkungan. Gerakan Pramuka harus mampu menjadi pelopor dalam membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan.

“Mari kita mulai dari hal-hal sederhana, tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi sampah plastik, memilah sampah, menjaga kebersihan sekolah dan lingkungan serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” jelasnya.

Wabup Fahmi menilai kegiatan penanaman pohon yang menjadi bagian dari GSC 2026 merupakan salah satu bentuk karya nyata yang dapat memberikan manfaat jangka panjang. “Menanam pohon bukan hanya kegiatan menanam bibit di tanah. Menanam pohon adalah menanam harapan, menanam kehidupan dan menanam masa depan,” terangnya.

Ia berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti setelah kegiatan GSC selesai. Budaya peduli sampah dan alam diharapkan terus diterapkan di setiap gugus depan. “Kita jaga alam, alam jaga kita,” tambahnya.

Sementara Ketua Kwaran Gerakan Pramuka Gending Irawan mengatakan aspek pelestarian lingkungan menjadi salah satu fokus utama GSC 2026. Peserta tidak hanya diberikan materi kepramukaan, tetapi juga diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan. “Di antaranya ada pelestarian lingkungan, tadi ada penanaman penghijauan dan juga mendorong untuk peduli terhadap sampah,” ungkapnya.

Untuk memperkuat pesan tersebut jelas Irawan, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan kreatif. Di antaranya lomba konten kreator bertema “Sampahmu Tanggung Jawabmu”, gambar bercerita dengan tema serupa hingga kegiatan membuat kerajinan dengan memanfaatkan sampah.

Irawan berharap GSC 2026 mampu menjadi momentum untuk membentuk generasi muda Kecamatan Gending yang tidak hanya memiliki keterampilan kepramukaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan lingkungan.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi dorongan bagi anak-anak untuk menjadi generasi yang sadar, terutama tentang bagaimana bahaya sampah dan dampaknya terhadap lingkungan,” pungkasnya. (len/ian).

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

LAZISNU se-Jatim Kirim Satu Kontainer Bantuan untuk Penyintas Gempa Flores NTT

4 November 2026 - 18:48

Baznas Kabupaten Probolinggo dan Baznas Jatim Kolaborasi Perbaiki Dua Rutilahu

4 November 2026 - 18:42

Kasus Hamalatul Qur’an, Atalia Minta Prosedur Penggerebekan Tak Abaikan Perlindungan Santriwati

4 November 2026 - 18:24

Yusril Jamin Hak Listyo Sigit Terpenuhi, Proses Penyadapan Berjalan dalam Koridor Hukum

4 November 2026 - 18:22

Kesepakatan Akuisisi Saham 2016 Berujung Sengketa Kebun, Ayah dan Anak Dilaporkan ke Polisi

3 November 2026 - 10:38

Sekjen PBNU Gus Gudfan Apresiasi Ketegasan Kapolri Evaluasi Kapolres Sukoharjo

3 November 2026 - 06:39

Trending di KABAR NUSANTARA