Malaysia, Kabarpas.com — Dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan pengabdian masyarakat di Sanggar Bimbingan An-Nahdloh, Selangor, Malaysia, pada 16–24 Agustus 2026.
Muhammad Aditya Syah dan Mochammad Fachry hadir melalui program pengabdian transnasional dengan membawa kegiatan berbasis halaqah, sharing, pendampingan, dan pengembangan diri bagi generasi muda Indonesia di Malaysia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pengabdian perguruan tinggi, khususnya bagi masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri.
Menurut Aditya, keberadaan generasi muda Indonesia di Malaysia menghadirkan kebutuhan terhadap ruang belajar yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga membantu mereka mengenali potensi diri dan tetap terhubung dengan identitas Indonesia.
“Kami tidak ingin kegiatan ini hanya menjadi ruang untuk menyampaikan materi. Kami juga ingin mendengar cerita dan pengalaman mereka, sehingga kegiatan yang dilakukan bisa lebih relevan dengan kehidupan mereka sebagai generasi muda Indonesia yang tumbuh di lingkungan global,” ujar Aditya.
Ia menilai pengalaman tumbuh di luar negeri justru dapat menjadi modal bagi generasi muda untuk memiliki wawasan yang lebih luas.
“Menjadi generasi Indonesia di Malaysia bukan berarti harus memilih antara menjadi Indonesia atau menjadi bagian dari lingkungan global. Keduanya bisa berjalan bersama,” katanya.
Sementara itu, Fachry mengatakan pengembangan kapasitas perlu berjalan beriringan dengan kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi.
“Kami ingin mendorong mereka untuk percaya pada potensi dirinya, berani berkomunikasi, dan memiliki pandangan yang luas,” ujarnya.
Bagi FIS UM, pengabdian tersebut menunjukkan bahwa kontribusi perguruan tinggi dapat menjangkau masyarakat Indonesia di luar batas geografis Indonesia.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran dua arah. Mahasiswa tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi turut memahami pengalaman generasi muda Indonesia yang tumbuh dalam lingkungan sosial dan budaya yang berbeda.
Melalui kegiatan ini, FIS UM berharap pengabdian transnasional dapat terus dikembangkan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membuka akses pendidikan, pengembangan kapasitas, dan jejaring bagi masyarakat Indonesia di luar negeri.
Kehadiran mahasiswa UM di An-Nahdloh menjadi pengingat bahwa jarak geografis tidak seharusnya menjadi batas bagi pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat Indonesia. (dit/ian)

















