Jember, Kabarpas.com – Seorang ibu hamil berisiko tinggi dan seorang anak penyandang disabilitas yang sedang sakit menjadi sasaran kunjungan tim Home Care Pemkab Jember di Lingkungan Sadengan, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jumat (25/9/2026).
Tim kesehatan dari Puskesmas Gladakpakem mendatangi kedua lokasi untuk memeriksa kondisi pasien sekaligus melihat langsung lingkungan tempat tinggal mereka. Hasil kunjungan menjadi bahan untuk menentukan tindak lanjut layanan kesehatan sesuai kebutuhan masing-masing sasaran.
Kepala Puskesmas Gladakpakem, dr. Tunsiah, mengatakan kedua sasaran tersebut sebelumnya telah mendapatkan pelayanan dari tim medis puskesmas.
“Pasien sasaran sebelumnya sudah mendapatkan perawatan dari Puskesmas Gladakpakem. Kunjungan ini untuk melihat perkembangan kondisi pasien dan memastikan apa yang masih menjadi kendala, termasuk kebutuhan layanan kesehatan yang perlu ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Pada sasaran pertama, petugas mendatangi rumah seorang ibu hamil berisiko tinggi di Jalan S. Parman. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini ibu dan kehamilannya serta memastikan apabila terdapat persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Selain kondisi kesehatan, tim juga melihat kondisi rumah pasien. Sejumlah bagian penyangga bangunan terlihat sudah memprihatinkan dan berpotensi membahayakan penghuni.
Temuan mengenai kondisi rumah tersebut menjadi catatan untuk disampaikan kepada pihak terkait agar dapat ditangani sesuai kewenangan.
Dari rumah tersebut, tim kemudian melanjutkan kunjungan ke sebuah panti asuhan di Jalan S. Parman. Di lokasi itu terdapat seorang anak penyandang disabilitas yang sedang mengalami sakit.
Petugas Puskesmas Gladakpakem kemudian melakukan pemeriksaan dan memantau kondisi kesehatan pasien secara langsung.
Menurut Tunsiah, kunjungan Home Care dilakukan secara rutin setiap bulan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi petugas untuk mengetahui kondisi terbaru pasien dan menemukan kendala yang mungkin dihadapi dalam memperoleh layanan kesehatan.
“Kalau ada kendala dalam pelayanan kesehatan, bisa disampaikan kepada kami sehingga dapat ditindaklanjuti. Termasuk harapan masyarakat terhadap program ini dapat menjadi bahan masukan untuk disampaikan kepada Bupati Jember,” ujarnya.
Tunsiah mengatakan seluruh pasien sasaran dalam kunjungan tersebut telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, Puskesmas Gladakpakem akan menindaklanjutinya sesuai kebutuhan pasien.
Pasien sasaran di lokasi tersebut juga telah didaftarkan dalam kepesertaan BPJS Kesehatan.
Lurah Kebonsari, Edy Hariyanto mengatakan dua sasaran kunjungan kali ini memiliki kebutuhan yang berbeda. Salah satunya ibu hamil berisiko tinggi, sedangkan sasaran lainnya merupakan penyandang disabilitas di panti asuhan.
“Untuk kunjungan kali ini ada dua sasaran. Pertama ibu hamil risiko tinggi, kemudian yang kedua kunjungan ke panti asuhan dengan pasien sasaran penyandang disabilitas,” tuturnya.
Edy menyebutkan, panti asuhan tersebut dihuni sekitar 30 orang yang terdiri dari anak-anak dan dewasa. Sebanyak 21 orang di antaranya merupakan penyandang disabilitas, sementara sembilan orang lainnya dalam kondisi sehat.
Dia mengatakan para penyandang disabilitas membutuhkan perhatian khusus dalam perawatan sehari-hari. Pemantauan kesehatan secara berkala diperlukan untuk mengetahui kondisi mereka dan mendeteksi apabila muncul gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan.
“Penyandang disabilitas membutuhkan penanganan khusus dan kesabaran dalam perawatan. Kondisinya juga rentan terhadap penyakit sehingga kehadiran Home Care sangat membantu untuk memastikan mereka tetap mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Edy menilai kunjungan langsung melalui Home Care membantu pemerintah menemukan warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan untuk mengakses fasilitas kesehatan.
Menurutnya, petugas juga dapat melihat persoalan lain di sekitar pasien, seperti kondisi lingkungan tempat tinggal, yang bisa menjadi bagian dari kebutuhan penanganan.
“Program ini menjadi salah satu solusi agar masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan, sehingga kondisi mereka dapat terus dipantau dan diharapkan bisa menjalani aktivitas dengan kondisi yang lebih baik,” pungkasnya. (dan/ian).

















