Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 29 Sep 2026

KUTT Suka Makmur Jadi Pusat Perhatian Parlemen dan Kementan, Buktikan Kesiapan Topang Kemandirian Susu Nasional


KUTT Suka Makmur Jadi Pusat Perhatian Parlemen dan Kementan, Buktikan Kesiapan Topang Kemandirian Susu Nasional Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com — Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur Grati, Kabupaten Pasuruan, membuktikan kiprahnya sebagai lokomotif strategis penggerak ekonomi peternak rakyat dan penyokong ketahanan pangan hewani nasional. Hal tersebut ditegaskan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI bersama jajaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan).

​Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) dan didampingi Dirjen PKH Kementan Agung Suganda ini difokuskan untuk mengkaji secara komprehensif rantai pasok susu dari hulu hingga hilir. Dalam peninjauan lapangan, KUTT Suka Makmur diapresiasi sebagai barometer keberhasilan kemitraan dan ekosistem peternakan terintegrasi.

Hingga saat ini, KUTT Suka Makmur berhasil menghimpun lebih dari 2.000 peternak dengan total populasi sapi perah mencapai 8.700 ekor serta produktivitas harian menyentuh kisaran 35 ton susu segar. Koperasi ini dinilai berhasil membangun sistem pelayanan holistik yang tidak hanya menampung dan menyalurkan hasil perah, melainkan juga menyediakan pakan bermutu, jaminan layanan kesehatan ternak, permodalan, hingga inovasi pengolahan produk bernilai tambah.

​”Kemandirian susu nasional bukan sekadar persoalan menambah sapi, tetapi membangun ekosistem yang membuat peternak mampu menghasilkan susu secara produktif, efisien, dan berkelanjutan. KUTT Suka Makmur menunjukkan bagaimana koperasi berperan sentral menyediakan pakan, pembiayaan, hingga layanan kesehatan bagi para anggotanya,” kata Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), Ketua Komisi IV DPR RI.

Dalam agenda peninjauan langsung di Villa Sapi Grati, delegasi parlemen menyaksikan kondisi sapi-sapi Grati yang hidup prima, sehat, dan menunjukkan tingkat produktivitas yang mengesankan. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari bersama Anggota Komisi IV Endang Setyawati Thohari menyampaikan pandangan senada bahwa Indonesia sejatinya telah memiliki rumpun sapi perah dataran rendah unggul yang terbukti memiliki daya adaptasi luar biasa terhadap iklim tropis ekstrem.

​Abdul Kharis menekankan urgensi pelestarian dan konservasi terstruktur terhadap Sapi Grati agar aset kekayaan plasma nutfah asli Indonesia ini tidak hanya terlindungi dari ancaman kepunahan, tetapi juga dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai pilar kemandirian bibit ternak nasional.

​Menyambung hal tersebut, Endang Setyawati Thohari mempertegas komitmen legislatif bahwa DPR RI telah merancang agenda strategis untuk membahas Undang-Undang Sumber Kekayaan Genetika. Kehadiran regulasi ini diharapkan menjadi instrumen hukum sekaligus solusi konkret yang mengayomi biodiversitas hayati tanah air, termasuk memberikan kepastian perlindungan dan masa depan bagi pengembangan Sapi Grati.

Ketua KUTT Suka Makmur, Evi Zainal Abidin, menyampaikan bahwa fondasi keberlanjutan koperasi bertumpu pada kemitraan yang seimbang dan adil dengan industri pengolahan. Pihaknya terus berupaya memperluas nilai tambah bagi anggota, sembari memastikan ketersediaan bahan baku pakan tetap terjaga dengan stabil.

​”Industri dan koperasi sudah selayaknya menjadi mitra strategis yang saling membesarkan. Kemitraan yang sehat akan membuka ruang agar peternak berkembang, koperasi semakin kuat, dan industri mendapatkan pasokan susu berkualitas prima,” ujar Ketua KUTT Suka Makmur, Evi Zainal Abidin.

​Bupati Pasuruan Mochamad Rusdi Sutejo yang turut mendampingi delegasi menegaskan bahwa subsektor persusuan adalah pilar penting bagi perekonomian lokal. Pemerintah daerah berkomitmen memperluas pemanfaatan lahan hijauan demi menjamin pasokan nutrisi pakan yang berkelanjutan.

Dirjen PKH Kementan Agung Suganda memaparkan bahwa saat ini produksi susu segar dalam negeri (SSDN) baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional, sementara 80 persen sisanya bergantung pada impor. Guna menekan angka impor tersebut pada 2030, pemerintah memproyeksikan penambahan sedikitnya 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga tahun 2029.

​Untuk merealisasikannya, Kementan tengah menyiapkan skema insentif pembiayaan inklusif bagi peternak rakyat, mulai dari subsidi uang muka pengadaan sapi, fasilitasi asuransi usaha ternak, penyediaan kandang terstandar, hingga modernisasi alat perah yang bersinergi dengan perbankan.

​Sinergi erat antara Komisi IV DPR RI, Kementan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, dan KUTT Suka Makmur diharapkan mampu memperkuat perlindungan plasma nutfah lokal sekaligus menjamin penyerapan susu peternak demi terwujudnya swasembada susu Indonesia. (emn/ian).

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Baret Rescue Turunkan Tangki Air untuk Warga Jember yang Kekurangan Air Bersih

29 September 2026 - 14:04

Stylo Sound Ride #TunjukkanStyleLoNyanyi, Padukan Musik dan Gaya Retro Honda Stylo 160 di Jember

29 September 2026 - 14:00

Semarak Kompetisi dan Aksi Supporter Warnai Honda DBL 2026 East Java – East di Jember

29 September 2026 - 13:54

HPN 2026, BRI Jember Turun Langsung Sapa dan Dengarkan Nasabah

29 September 2026 - 13:48

PWRI Jember Dikukuhkan, Para Pensiunan Diminta Tetap Berkontribusi

29 September 2026 - 09:55

Gowes Pemkab Jember Jadi Cara Cek Jalan Rusak dan PJU

29 September 2026 - 09:10

Trending di KABAR NUSANTARA