Pasuruan, Kabarpas.com – Radiografi panoramik tidak hanya digunakan untuk melihat kondisi gigi dan rahang. Pada pasien lanjut usia, pemeriksaan ini juga dapat memberikan informasi yang membantu dokter gigi mengenali perubahan tertentu yang berkaitan dengan kondisi sistemik, termasuk tanda yang mengarah pada risiko osteoporosis.
Upaya meningkatkan pemahaman tersebut dilakukan oleh Departemen Radiologi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (FKG UNAIR) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Interpretasi Manifestasi Penyakit Sistemik melalui Radiografi Panoramik pada Lansia di Kabupaten Pasuruan”, Sabtu (19/9/2026).
Prof. Dr. Eha Renwi Astuti, drg., M.Kes., Sp.RKG, Subsp.RDP(K) berinteraksi dengan peserta dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Pasuruan.
Bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Kabupaten Pasuruan dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan, kegiatan ini diikuti sekitar 100 dokter gigi di Kabupaten Pasuruan. Para peserta mendapatkan penguatan pengetahuan mengenai interpretasi radiografi pada pasien lansia, khususnya dalam mengenali perubahan radiografis yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Kenali Risiko Osteoporosis melalui Radiografi
Bertambahnya usia dapat disertai berbagai perubahan pada gigi, tulang rahang, dan struktur di sekitarnya. Salah satu kondisi sistemik yang menjadi perhatian pada kelompok lansia adalah osteoporosis.
Melalui radiografi panoramik, dokter gigi dapat menemukan perubahan tertentu pada tulang rahang yang dapat menjadi informasi awal mengenai kemungkinan adanya penurunan kualitas tulang. Temuan tersebut bukan untuk menegakkan diagnosis osteoporosis, tetapi dapat membantu dokter gigi mengenali faktor risiko dan mendukung deteksi dini sehingga pasien dapat diarahkan untuk memperoleh pemeriksaan lebih lanjut.
Peserta mendiskusikan gambaran radiografi panoramik untuk meningkatkan pemahaman dalam interpretasi radiografi pada pasien lansia.
Prof. Dr. Eha Renwi Astuti, drg., M.Kes., Sp.RKG, Subsp.RDP(K) menjelaskan bahwa dokter gigi memiliki peran dalam memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada pasien yang memiliki faktor risiko osteoporosis serta mengarahkan pasien untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut kepada dokter yang berkompeten.
Deteksi Dini pada Lansia
Peningkatan kemampuan interpretasi radiografi diharapkan dapat membantu dokter gigi memberikan pelayanan yang lebih komprehensif kepada pasien lansia. Pemeriksaan radiografi tidak hanya dimanfaatkan untuk mengevaluasi kondisi dental, tetapi juga mendukung pengenalan perubahan yang memerlukan perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut.
Diskusi mengenai gambaran radiografi panoramik menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dokter gigi terhadap kondisi kesehatan pasien lansia.

Upaya ini menjadi bagian dari peningkatan pelayanan kesehatan melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan deteksi dini terhadap kondisi yang berpotensi memengaruhi kesehatan lansia. Dengan pengenalan faktor risiko sejak awal dan tindak lanjut yang tepat, diharapkan kesehatan serta kualitas hidup lansia dapat tetap terjaga.
Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 3: Good Health and Well-being, yang menekankan pentingnya kehidupan yang sehat dan kesejahteraan bagi semua kelompok usia. Dalam kegiatan ini, kontribusi tersebut diwujudkan melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, deteksi dini, serta dukungan terhadap pelayanan kesehatan lansia yang lebih komprehensif.
Program ini juga sejalan dengan AIRCARE (Airlangga Integrated Community Health, Access, Response, and Equity): Transformasi Kesehatan Masyarakat melalui Promosi Kesehatan, Pencegahan Penyakit, Deteksi Dini, Teknologi Kesehatan, dan Penguatan Akses Layanan Kesehatan, khususnya Healthy Ageing Community Hub dan Local–National–Global Health Partnership Network. Keterlibatan dokter gigi dalam deteksi dini mendukung upaya menjaga kesehatan dan kualitas hidup lansia, sementara kolaborasi FKG UNAIR dengan PDGI Cabang Kabupaten Pasuruan memperkuat jejaring antara perguruan tinggi dan organisasi profesi dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini didukung oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026, Skema Program Kemitraan Masyarakat Desa Binaan. (***).

















