Surabaya, Kabarpas.com – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Timur menjadi ajang refleksi bagi berbagai pihak, tidak terkecuali jajaran legislatif. Anggota Komisi B DPRD Jatim , Arbayanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian luar biasa Jawa Timur, khususnya di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang sukses mempertahankan posisi puncak di tingkat nasional.
Dalam pernyataannya, Arbayanto menegaskan bahwa perkembangan Jawa Timur saat ini menunjukkan tren yang sangat positif. Ia memaparkan bahwa sektor-sektor penopang ketahanan pangan provinsi ini terus menduduki peringkat pertama di Indonesia.
“Kita selalu menempati posisi nomor satu. Misalnya di sektor peternakan, jumlah populasi hewan ternak kita baik itu sapi, kambing, maupun unggas—adalah nomor satu. Kemudian di sektor perikanan juga sama. Artinya, Jawa Timur hari ini mengalami perkembangan yang memang luar biasa,” ujar Arbayanto.
Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim ini menambahkan, capaian positif yang diraih di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak ini juga tidak terlepas dari fondasi kuat yang telah dibangun oleh kepemimpinan-kepemimpinan sebelumnya.
Fokus pada Disparitas Wilayah
Meskipun sukses mencatatkan berbagai prestasi kuantitatif, Arbayanto mengingatkan bahwa mempertahankan kondisi Jawa Timur yang sejahtera dan makmur bukanlah pekerjaan sederhana.
Ia menekankan bahwa ke depannya, parameter keberhasilan pemerintah tidak bisa lagi hanya diukur dari angka statistik semata.
“Isu utama yang harus dikerjakan oleh kita semua bukan hanya Gubernur, tapi juga DPRD Provinsi dan rakyat Jawa Timur sebetulnya bukan lagi pada angka pertumbuhan ekonomi dan angka penurunan kemiskinan,” tegas Arbayanto asal Dapil Malang Raya
Menurut Arbayanto, tantangan terbesar yang ada di depan mata adalah persoalan disparitas. “Tantangan yang sekarang harus kita selesaikan itu adalah persoalan kesenjangan ekonomi antar daerah, antar kawasan di Jawa Timur yang harus kita mulai tata. Artinya kita bukan lagi bicara angka-angka secara kuantitatif, tapi lebih ditekankan secara kualitatif,” jelasnya.
Stabilitas di Atas Rata-Rata Nasional
Di sisi lain, Komisi B tetap menyambut baik berbagai capaian pemerintah provinsi dalam menyelesaikan problematika di tengah masyarakat, termasuk peningkatan angka kemakmuran dan penurunan angka kemiskinan.
Arbayanto juga memberikan apresiasi khusus terhadap iklim keamanan dan sosial-budaya di Jawa Timur. Ia menyebut bahwa tingkat keamanan provinsi ini berada di atas rata-rata nasional, yang menjadi modal penting bagi keberlanjutan roda ekonomi.
“Itu yang patut kita apresiasi di usia yang ke-81 Provinsi Jawa Timur ini. Kita terbukti mampu mempertahankan stabilitas ekonomi, keamanan sosial, dan budaya dengan sangat baik,” pungkas Arbayanto. (don/ian).

















