Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 29 Mar 2018

Akibat Jalan Rusak dan Aksi Begal, Jumlah Pengunjung Pemandian Banyubiru Menurun


					Akibat Jalan Rusak dan Aksi Begal, Jumlah Pengunjung Pemandian Banyubiru Menurun Perbesar

Reporter : Abdur Rozaq

Editor : Titin Sukmawati

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Kerusakan jalan akibat pengerjaan proyek tol, penggalian pipa PDAM dan kegiatan penambangan di Kabupaten Pasuruan, ternyata berdampak pada berbagai sektor. Termasuk sektor pariwisata.

Dari pantauan Kabarpas.com di pemandian alam Banyubiru yang terletak di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan mengalami penurunan pengunjung. Padahal, destinasi wisata pemandian alam ini dulunya merupakan favorit masyarakat, baik lokal maupun luar kota.

Pemandian yang debit airnya berasal dari mata air alami ini, juga termasuk salah satu penyumbang pendapatan asli daerah yang sudah berpuluhan tahun bisa diandalkan. ​Namun, dalam beberapa waktu terakhir ini jumlah pengunjungnya kian berkurang, meskipun tidak begitu signifikan.

Salah satu penyebab berkurangnya pengunjung, menurut Rudi Sutiono, pegawai yang bertugas di Banyubiru mengatakan bahwa penyebabnya adalah rusaknya akses jalan menuju lokasi pemandian.

“Akses jalan yang rusak mulai dari Gondangwetan, Winongan dan Grati, saya rasa merupakan faktor utama sepinya pengunjung. Sebab kebanyakan pengunjung mengeluhkan kerusakan jalan saat membeli tiket,” tutur pria setengah baya yang kalem itu.

Menurut Rudi, dalam dua bulan terahir ini hasil pembelian tiket cukup minim. Dalam sehari, ia mengaku kadang hanya mendapat pemasukan sebesar Rp 20 ribu, padahal harga tiket hanya Rp 5000.

​Ditanya mengenai faktor lain yang menyebabkan sepinya pengunjung, Rudi menduga adalah kian maraknya aksi pembegalan di sepanjang jalur menuju lokasi.

“Yang terahir terjadi kan di Desa Prodo itu. Sehingga sepertinya para pengunjung agak khawatir untuk berkunjung ke sini,” jelasnya kepada Kabarpas.com.

​Namun, selain sepinya jumlah pengunjung, Rudi memberikan kabar gembira bahwa debit air pemandian Banyubiru tidak mengalami penyusutan sebagaimana yang dialami oleh pemandian Umbulan.

“Beberapa waktu lalu peneliti dari Universitas Brawijaya Malang mengadakan pengukuran debit air. Katanya tidak berkurang. Beberapa waktu lalu juga diadakan pengukuran, tapi hasilnya belum disosialisasikan,” terangnya kepada Kabarpas.com.

​Pemerintah daerah sebenarnya telah melakukan beberapa terobosan untuk meningkatkan wahana di pemandian Banyubiru ini. Salah satunya adalah pembangunan beberapa wahana serta fasilitas, sebagaimana peremajaan paving menuju kolam pembuangan air di sebelah utara, pembangunan food corner, pemasangan lampu penerangan serta pendirian pos keamanan. Koleksi satwa juga ditambah untuk memanjakan pengunjung.

Atas dasar itulah, Rudi optimis Banyubiru akan tetap menjadi pemandian favorit. Karena selain airnya masih alami.

“Di sini harga tiketnya juga sangat terjangkau jika dibandingkan dengan pemandian umum yang dikelola swasta, yang kini mulai bertebaran,” pungkasnya. (zaq/tin).

Artikel ini telah dibaca 197 kali

Baca Lainnya

Rapat Paripurna IV DPRD Kota Pasuruan, Raperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Disepakati

27 Oktober 2026 - 08:51

DPRD Kabupaten Pasuruan Dorong Terbentuknya Perda Pesantren hingga Siapkan Job Fair Khusus Santri

27 Oktober 2026 - 08:33

Resmi Dikukuhkan, DPC PKB Kota Pasuruan Targetkan 12 Kursi dan Gaet Gen Z Lewat Sekolah Kader Perubahan

26 Oktober 2026 - 17:28

BREAKING NEWS! Gedung Belajar Ponpes Al Hidayah II Sukorejo Ambruk

23 Oktober 2026 - 09:19

Kisruh Proyek Pembangunan Pabrik Smelter di PIER Pasuruan

22 Oktober 2026 - 15:32

Lindungi Masa Depan Keluarga, Pemdes Trewung Beri Jaminan Perlindungan bagi 559 Pekerja Rentan

22 Oktober 2026 - 12:06

Trending di Berita Pasuruan