Reporter : M Adim
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Bertempat di dua lokasi yang berbeda, yakni di Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan dan Desa Ledug, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Dwiarko Nugrohoseno, salah satu dosen fakultas Ekonomi dari Universitas Surabaya (UNESA), mengunjungi pengusaha kopi di Pasuruan.
“Kedatangan kami ini sebagai bentuk apresiasi kepada para pengusaha kopi. Kedepan harapan kami produk lokal yang melimpah akan diolah menjadi berbagai macam olahan yang dapat berdaya saing dalam pasaran industri, ” kata Dwiarko Nugrohoseno kepada Kabarpas.com.
Menurutnya, hal tersebut sangat perlu dilakukan, dikarenakan selama ini memang banyak terdapat potensi produk-produk yang bagus namun berhenti ditempat, sehingga pengusaha tidak mendapatkan nilai tambah atau peningkatan dari hasil yang dikelolanya.
Dijelaskan, melalui program kemitraan masyarakat, pihak Universitas dapat memberikan pelatihan pembukuan atau perbaikan kemasan yang dapat disinergikan melalui gabungan introduksi teknologi.
“Tak hanya dapat dipasarkan di wilayahnya sendiri, bahkan kopi-kopi yang diproduksi juga dapat menembus pasaran di luar negeri, yakni Jepang, Korea, dan berbagai macam negara lainnya, ” tegasnya.
Dengan adanya pelatihan perbaikan kemasan dan pembukuan, diharapkan pasca kegiatan program kemitraan masyarakat dapat menjadi UKM yang mandiri dan dapat berdaya saing.
“Adanya peralatan atau teknologi yang lebih canggih dan memadai, juga diharapkan dapat membantu menjadikan produk unggulan yang terproduksi oleh peralatan terstandard, ” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dengan upaya seperti itu juga dapat memberikan jaminan keamanan konsumsi bagi masyarakat, dan para pengusaha lokal dapat berdaya saing dalam pasaran atau market yang modern. (dim/tin).

















