Reporter : Abdur Rozaq
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Bagi masyarakat Jawa, khususnya penganut filsafat kejawen, tanggal 10 Muharrom atau 10 Suro adalah hari sakral. Berbagai ritual dilakukan mulai selamat desa, ruwatan, mencuci dan menjamasi benda pusaka hingga kungkum atau berendam dilakukan dalam rangka membersihkan raga sekaligus mendapatkan kesaktian.
Dalam khazanah Islam, tanggal 10 Muharrom atau Asyuro ternyata juga memiliki rahasia tersendiri.
Selain tragedi syahidnya Sayyidina Husen bin Ali cucu Rasulullah di padang Karbala, Asyuro atau tanggal 10 Muharrom ternyat merupakan hari kemenangan bagi para nabi terdahulu.
Dikutip dari kitab Dzurratun Nasihin karya Syaikh Utsman, disebutkan bahwa nabi Adam diterima taubatnya setelah memakan buah Khuldi dan diturunkan ke bumi pada tanggal 10 Muharrom. Nabi Ayyub sembuh dari sakitnya, nabi Yunus keluar dari perut ikan, nabi Musa selamat dari kejaran Fir’aun juga pada tanggal 10 Muharrom.
Oleh karena itu, dalam khazanah Islam Asyuro atau tanggal 10 Muharrom bukanlah hari “angker”, malah sebaliknya, merupakan hari kemenangan.
Berdasarkan hadits dan petuah para ulama salaf, ada beberapa amalan yang sebaiknya dilakukan. Pertama, menyantuni anak yatim dan para dhuafa.
Kedua puasa pada tanggal 9 atau 10 Muharrom. Jika ini dilakukan, fadilahnya bisa menghapus dosa selama setahun.
Ketiga, menambah uang belanja keluarga dari hari biasa. Jika ini dilakukan, insya Allah rejeki kita selama setahun akan dilebihkan.
Keempat, mandi sunnah. Barangsiapa melakukan mandi sunnah pada hari Asyuro sebagaimana mandi besar, insya Allah setahun ke depan tidak akan menderita penyakit berat.
Kelima, bertobat dan memperbanyak istighfar. Sebab pada hari ini (Asyuro) merupakan moment istimewa dimana Allah menerima taubat para nabi sebagaimana yang sudah diulas. (Dari berbagai sumber).

















