Reporter : Rosy Adim
Editor : Agus Harianto
Pasuruan, Kabarpas.com – Pertandingan Persekabpas Pasuruan melawan Persebara Banjarnegara, Jawa Tengah, telah selesai dilaksanakan.
Namun, para suporter Persekabpas yang dijuluki Sakeramania, merasa dibodohi dengan perlakuan wasit yang diketahui curang saat memimpin pertandingan di kandang lawan (Jawa Tengah).
Pasalnya, adanya beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh Persebara Banjarnegara terhadap Persekabpas Pasuruan, dianggap tidak pelanggaran.
Namun pada saat pemain Persekabpas menyenggol pemain Persebara, wasit yang diketahui bernama Nurul Safarid tersebut langsung memberikan kartu kuning terhadap Rico, yang posisinya sebagai striker Persekabpas.
Ironisnya, pihak Panpel, IP maupun wasit sebelum pertandingan dimulai sudah menempatkan anjing polisi (K9) di dekat Bens pemain Persekabpas.
Bahkan salah satu bola yang dipakai untuk bertanding telah meletus akibat digigit oleh anjing polisi yang berada di Bens pemain tersebut.
Adanya peristiwa tersebut, Sakeramania menuntut agar PSSI bersih dari mafia bola serta memberhentikan secara total Inspektur serta wasit pertandingan pada laga Persekabpas melawan Persebara begitu pula sebaliknya.
Tak hanya itu, bahkan Sakeramania juga menuntut akan meminta dengan tegas kepada Asprov dan Askab Jawa Timur agar segera melayangkan protes kepada PSSI dan Edi Rahmayadi turun dari jabatan Ketua Umum PSSI, karena jabatan ganda serta PSSI Nol prestasi.
“Kalau Askab PSSI Kabupaten Pasuruan tidak melayangkan surat protes, kami sepakat akan melurug kantor Asprov Jawa Timur dengan 30.000 Sakeramania,” terang Hendri Sulfianto.
Tak hanya melakukan pers konferens, bahkan adanya Sakeramania yang sudah berkumpul, langsung bergerak dengan berkeliling membawa bendera Persekabpas ke seluruh wilayah di Kecamatan Bangil.
(Ros/Gus).

















