Reporeter : Ajo
Editor : Agus Hariyanto
Pasuruan, Kabarpas.com – Ratusan siswa – siswi MI di Kota Pasuruan mengikuti manasik haji, yang digelar oleh Gugus 03 Kelompok kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kota Pasuruan. Acara yang digelar di GOR Untung Suropati ini berlangsung meriah dan sukses.
Acara ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Kemenag Kota Pasuruan, serta ikut turut hadir Kasi Pendma, dan pengawas madrasah.
Dari pantauan Kabarpas.com, meski panas matahari begitu menyengat. Namun, tampak ratusan siswa yang menjadi peserta dalam manasik haji ini begitu khusyu dan khidmat mengikuti rangkaian kegiatan jalannya manasik haji. Bahkan, tingkah polah anak-anak yang lucu membuat suasana manasik haji menjadi lebih semarak dan meriah.
Selain itu, dalam kegiatan ini digelar sebagaimana layaknya menjalankan ibadah haji pada umumnya. Semua peserta mengenakan baju ihram serba putih seperti yang digunakan para jamaah haji.
Menurut Ketua KKMI Gugus 03 Kota Pasuruan, Hj. Dewi Mas’udah, S.Pd.I, kegiatan manasik haji yang dilasanakan di GOR Untung Suropati Kota Pasuruan ini bertujuan agar anak-anak bisa merasakan suasana seperti di Tanah Suci. Pasalnya, di lokasi tersebut tersedia fasilitas lengkap untuk manasik haji, mulai miniatur ka’bah, padang Arafah dan tempat jumroh layaknya di Tanah Suci Makkah.
“Alhamdulillah, ini adalah acara yang pertama kali digelar manasik haji untuk siswa-siswi MI di Kota Pasuruan. Dan unuk pesertanya yaitu sebanyak 370 siswa,” ungkapnya kepada Kabarpas.com.
Wanita berhijab yang akrab disapa Neng Imas ini berharap dengan digelarnya kegiatan ini, bisa memupuk tali silaturahmi antara siswa dan siswi se-Gugus 03 KKMI Kota Pasuruan. Serta bisa memberikan pendidikan karakter tentang keimanan kepada Allah Swt melalui praktek ritual ibadah haji.
“Harapanya bisa terlaksana kembali di tahun depan secara berkelanjutan. Karena ini sekaligus sebagai pelajaran praktek bagi anak-anak di mata pelajaran (Mapel) Fiqih. Sehingga bisa menjadi ghiroh bagi mereka (siswa.red) untuk melaksanakan ibadah rukun Islam yang kelima,” tutupnya. (ajo/gus).


















