Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 4 Jul 2019

Atasi Kekeringan, ACT Distribusikan Lebih dari 50.000 Liter Air ke Gunungkidul dan Lombok


Atasi Kekeringan, ACT Distribusikan Lebih dari 50.000 Liter Air ke Gunungkidul dan Lombok Perbesar

Reporter : Imelda Putri

Editor : Titin Sukmawati

 

Jakarta, Kabarpas.com – Kekeringan tengah melanda beberapa wilayah yang ada di Indonesia seperti Pulau Jawa dan kini Nusa Tenggara Barat NTB mulai mengalami kekeringan. Sehingga untuk membantu mengurangi dampak kekeringan yang semakin parah, ACT mengirimkan 50 ribu liter air bersih ke dua kecamatan, Girisubo dan Rongkop, yang ada di Gunungkidul. Di dua kecamatan ini, air bersih didistribusikan ke empat desa yang mengalami dampak terparah kekeringan.

Guna memudahkan distribusi air ke empat kecamatan, ACT menggunakan truk tangki yang dapat membawa lima ribu liter untuk sekali jalan, hal ini disampaikan oleh Koordinator Tim Program ACT DIY Kharis Pradana.

“Air dipindah ke tandon yang telah disediakan di masing-masing desa,” kata Kharis kepada Kabarpas.com.

Dari distribusi air yang telah ACT berikan untuk masyarakat, sebanyak 520 warga menikmati air bersih tersebut. Mereka amat bersyukur karena dapat menggunakan air bersih yang diberikan untuk mandi, minum, dan lainnya selama beberapa waktu ke depan, di Gunungkidul tak hanya berdampak pada masyarakat saja, tapi juga lahan garapan pertanian.

“Ratusan hektar lahan padi terancam mengalami puso di awal kemarau, air untuk kebutuhan konsumsi juga sulit didapatkan,” jelas Kharis.

Tidak berhenti sampai di situ, seiring meluasnya kekeringan, ACT juga mendistribusikan air bersih ke daerah NTB sekitar 6.000 liter per harinya. Sejak pemulihan gempa, ACT terus menyuplai kebutuhan air untuk warga pada dua daerah di NTB yaitu Desa Sajang dan Beluk Petung menjadi wilayah dengan tingkat kekeringan terparah saat ini.

ACT NTB melalui Global Wakaf pun tengah memetakan penambahan lokasi pengeboran Sumur Wakaf. Menurut keterangan Romi, asesmen masih dilakukan di daerah Gunung Sari, Lombok Barat dan Bayan, Lombok Utara, juga di beberapa wilayah Lombok Timur. Kepala Program ACT NTB Romi Saefudin mengatakan, Sumur Wakaf ini akan dibangun untuk menyuplai kebutuhan air bersih warga. Untuk lokasi yang kekeringannya tidak begitu parah akan disuplai dengan armada water tank sampai kondisi warga kembali normal. Program Sumur Wakaf pun akan diikhtiarkan menjangkau Bima, Dompu, dan Sumbawa.

“Karena beberapa wilayah di sana juga mengalami kekeringan,” tambahnya.

Sementara itu, ahli sains atmosfer Tri Wahyu Hadi mengatakan, secara umum, iklim di Indonesia, termasuk Lombok, dikendalikan oleh sirkulasi monsun Asia-Australia, yakni aliran udara atau angin di lapisan bawah atmosfer yang melintasi ekuator di atas Indonesia dan berganti arah tiap setengah tahun.

“Selain perubahan curah hujan, dia menambahkan, ada peningkatan temperatur rata-rata hampir setiap bulan sebesar 0,5 derajat Celsius, sebagaimana dilansir dari laman, World Wide Fund,” tutupnya. (put/tin).

Artikel ini telah dibaca 50 kali

Baca Lainnya

Reses DPRD Jember, David Handoko Seto Dorong Warga Awasi MBG dan Manfaatkan Beasiswa Cinta Bergema

18 Juli 2026 - 19:20

Beasiswa Cinta Bergema 2026, Pemkab Jember Siapkan Rp59 Miliar untuk 4200 Mahasiswa

18 Juli 2026 - 19:14

Bupati Jember Bakal Buka Daftar Perusahaan Tambang, Libatkan Publik Awasi Galian C Ilegal

18 Juli 2026 - 08:30

Fawait Tegaskan Pemkab Jember Tak Lagi Gelar Event yang Tak Berdampak pada Ekonomi

18 Juli 2026 - 08:29

Jember Padat Agenda Juli-Agustus 2026, Nobar Final Piala Dunia Jadi Pembuka Rangkaian Event

18 Juli 2026 - 08:27

Reses DPRD Jember, Warga Pakusari Dapat Penjelasan Program Prioritas Pemkab 

17 Juli 2026 - 15:09

Trending di KABAR NUSANTARA