Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 7 Okt 2019

Rejoso Kita 2019, Fokus Lestarikan DAS Rejoso Melalui Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Tani


Rejoso Kita 2019, Fokus Lestarikan DAS Rejoso Melalui Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Tani Perbesar

Reporter : Ajo

Editor : Titin Sukmawati

 

 

Pasuruan, Kabarpas.com – World Agroforestry (ICRAF) secara resmi mencanangkan kelanjutan Gerakan Rejoso Kita 2019 melalui seminar Pertanian Berkelanjutan, Emisi Karbon Rendah dan Ko-Investasi Sumberdaya Air di DAS Rejoso, Senin (7/10/2019).

Acara ini dibuka langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pasuruan, HM Soeharto, SH M.Si.

Tak hanya itu, dalam seminar ini juga ada pembicara dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan serta Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Gerakan Rejoso Kita adalah kolaborasi multipihak yang berupaya melestarikan DAS Rejoso (Pasuruan Jawa Timur) melalui kegiatan-kegiatan percontohan berbasis penelitian seperti konservasi lahan, penanaman pohon dengan sistem agroforestri, pertanian berkelanjutan, efisiensi pemanfaatan air, serta peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan kelembagaan.

Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan 2019 ini merupakan kelanjutan dari Gerakan Rejoso Kita 2016-2018 yang telah berhasil membangun percontohan skema pembayaran jasa lingkungan dimana petani mendapatkan insentif finansial atas upaya konservasi tanah, serta penanaman pohon di lahan milik masing-masing.

Sebanyak 174 petani pemilik 106.6 hektar lahan di 7 desa di bagian hulu dan tengah DAS Rejoso bergabung dalam skema tersebut.

Gerakan Rejoso Kita juga berhasil memfasilitasi pembentukan Forum Peduli DAS Rejoso (FPDR) yang akan mengkoordinasikan upaya-upaya pelestarian DAS Rejoso. FPDR itu juga diperkuat dengan SK Gubernur Jawa Timur No. 188/683/KPTS/013/2018 tanggal 16 November 2018.

Bila tahun 2016-2018 lalu Gerakan Rejoso Kita menitikberatkan pada pengelolaan wilayah hulu dan tengah, maka pada tahun 2019 ini akan berfokus di wilayah hilir DAS Rejoso, yaitu di Kecamatan Winongan dan Gondang Wetan.

“Oktober ini kami akan mulai percontohan penanaman padi sistem ramah lingkungan termasuk pola tanam jajar legowo seluas 0.5 hektar di Desa Keboncandi dan Wonosari. Kami kerjasama dengan petani dan kelompok tani di bawah pengawasan ahli dari Balingtan. Setelah percontohan ini selesai, petani akan melakukan penanaman sistem jajar legowo secara serentak di areal seluas 30 hektar,” jelas Dr. Ni’matul Khasanah, Koordinator Program dari ICRAF.

Ditambahkan, kegiatan lain yang akan dilakukan Gerakan Rejoso Kita 2019 adalah mewujudkan efisiensi pemanfaatan air sumur bor di Kecamatan Winongan dan Gondang Wetan melalui sosialisasi prosedur perijinan pembuatan sumur bor serta pengenalan teknologi pembuatan sumur bor yang benar.

Sementara itu, dalam sambutan pembukaannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pasuruan, HM Soeharto, SH. M.Si, menggarisbawahi bahwa anugerah air berlimpah yang dimiliki DAS Rejoso bisa jadi tidak akan selamanya dapat dinikmati bila tidak bijak dalam memanfaatkan.

“Alhamdulillah sekarang kita mendapat dukungan dari Gerakan Rejoso Kita untuk melestarikan sumber daya air. Juga menjaga ketahanan pangan. Kita sampaikan terimakasih. Semua yang terlibat diharapkan dapat berkontribusi aktif. Kami berharap Gerakan Rejoso Kita dapat menjadi contoh, memberi format dan solusi, yang harus dilakukan oleh warga Kabupaten Pasuruan,” tutupnya. (ajo/tin).

Artikel ini telah dibaca 146 kali

Baca Lainnya

Pemkot Pasuruan Berangkatkan 28 Peserta Kontingen Porsadin ke Tingkat Jawa Timur

25 September 2026 - 17:06

Gowes Bareng, Mas Adi Tinjau Rusunawa Petahunan hingga Susuri Sungai Melihat Potensi Wilayah Perairan Kota Pasuruan

25 September 2026 - 11:11

Pemkot Pasuruan Luncurkan BERGEGAS, Gerakkan Kolaborasi Entaskan Anak Tidak Sekolah

17 September 2026 - 11:30

Dinsos Kota Pasuruan Jelaskan Mekanisme Bansos, Masyarakat Bisa Ajukan Usul dan Sanggah

16 September 2026 - 08:30

Ciptakan Rasa Nyaman dan Bersih, Penataan PKL Pasar Besar Berlanjut, Mayoritas Pedagang Sudah Bersedia Relokasi

15 September 2026 - 14:41

Bunda PAUD Kota Pasuruan Dorong Pendidik Ciptakan Pembelajaran Menyenangkan dan Bermakna

8 September 2026 - 12:32

Trending di Berita Pasuruan