Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 1 Jul 2021

Jembatan Hanyut, Warga Beraktivitas Gunakan Rakit Pohon Pisang


					Jembatan Hanyut, Warga Beraktivitas Gunakan Rakit Pohon Pisang Perbesar

Probolinggo, kabarpas.com – Jembatan darurat hanyut terbawa banjir, warga Dusun Dawuhan, Kelurahan Kedung Asem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo terpaksa beraktivitas menggunakan rakit dari pohon pisang. Mereka menyebrang sungai Kedung Dalem dengan rakit darurat untuk beraktivitas seperti berbelanja ke Pasar, berangkat kerja, dan sekolah.

“Menggunakan rakit (getek) ini sejak 2 hari, karena jembatan yang ada hilang terkena banjir sekitar 4 hari lalu,” ujar Sipon warga setempat. Kamis (1/7/2021).

Sipon menambahkan, sejak jembatan darurat ini rusak, Ia tidak tega melihat anak-anak, ibu-ibu yang hendak beraktivitas, akhirnya berkooridinasi dan sepakat membuat getek darurat. Karena bila meliewati jalan, warga harus memutar jauh, sebab jembatan utama Kedung Asem masih dalam pembangunan .

“Saya merasa kasihan, akhirnya dirinya berinisiatif membuat getek (rakit) untuk mempermudah aktivitas mereka, dan bila nantinya ada bantuan dari pemerintah saya pasrahkan, bagaimana baiknya,” lanjutnya.

Jembatan yang hanyut ini, lanjutnya, merupakan jembatan darurat yang dibangunkan pelaksana proyek jembatan Kedung Asem. Jembatan darurat ini dibuat dengan harapan membantu aktivitas warga selama jembatan utama Kedung Asem dalam perbaikan. Namun, sayang jembatan darurat ini hanyut terseret banjir.

Warga yang beraktivitas dengan memanfaatkan rakit dari pohon pisang ini, tambah Sipon, merasa terbantu, dan biasanya warga yang memanfaatkan jasa ini membayar seiklasnya sebagai ganti uang lelah.

“Tidak menarget, seiklasnya kok pak, uang tersebut juga buat tambahan melengkapi peralatan rakit dari pohon pisang ini, bila anak-anak sekolah yang menyebrang terkadang tidak membayar,“ lanjutnya.

Sementara itu, pedagang kerupuk di pasar Dungmiri, Napik (50) , menjelaskan rakit ini sangat membantu dirinya dan pelanggannya yang kembali membeli kerupuk di pasar ini. Sebelumnya, sejak jembatan darurat ini hanyut pembeli kerupuk sepi karena beralih ke pasar lainya.

“Pembeli kerupuk beralih ke pasar lain , karena bila melewati jalan utama ke pasar Dungmiri , harus memutar, tapi dengan adanya rakit ini pembeli hanya menyebrang sungai dan sampai di lapak saya,” pungkasnya. (wil/gus).

Artikel ini telah dibaca 66 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Karang Taruna Kabupaten Probolinggo Disiapkan Jadi Penggerak Sosial dan Ekonomi Digital

24 Oktober 2026 - 16:41

Kembangkan Jurnalis Berkualitas, PWI Probolinggo Raya Gelar UKW Angkatan LX

24 Oktober 2026 - 07:10

DPUPR Kabupaten Probolinggo Perkuat Penyelenggaraan Pengawasan Jasa Konstruksi

22 Oktober 2026 - 23:03

DPRD Kabupaten Probolinggo Gelar Paripurna Laporan Pansus Empat Raperda Inisiatif

21 Oktober 2026 - 19:45

Pemkab Probolinggo dan RS Graha Sehat Teken Perpanjangan Perjanjian Kerjasama POKAK

20 Oktober 2026 - 06:43

DPRD Kabupaten Probolinggo Soroti Kuota Naker Lokal hingga Perlindungan Petani

19 Oktober 2026 - 20:49

Trending di Kabar Probolinggo