Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 18 Sep 2021

Dispensasi Perpanjangan Muaddalah Disetujui, Camaba Al-Azhar Bisa Berangkat ke Kairo


					Dispensasi Perpanjangan Muaddalah Disetujui, Camaba Al-Azhar Bisa Berangkat ke Kairo Perbesar

Jakarta, Kabarpas.com – Universitas Al-Azhar menyetujui permohonan Indonesia terkait dispensasi perpanjangan mu’adalah (penyetaraan) ijazah Madrasah Aliyah (MA) bagi para siswa yang akan kuliah di sana. Kepastian disetujuinya permohonan ini disampaikan oleh Tenaga Ahli Menteri Agama bagian Hubungan Antar Lembaga Hasan Basri Sagala usai bertemu dengan Grand Syeikh Al-Azhar di Kairo, Mesir.

Hasan Basri menjadi bagian dari Delegasi Indonesia yang mendapat mandat dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk memproses permohonan dispensasi perpanjangan muadalah ijazah MA. Tiga orang lainnya adalah Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama M. Adib Abdushomad, Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia TGB Zainul Majdi, dan Sekjen OIAA Mukhlis M Hanafi.

“Alhamdulillah, dispensasi perpanjangan muadalah ijazah Madrasah Aliyah di Indonesia sudah disetujui Grand Syeikh Al-Azhar. Proses penyiapan keberangkatan calon mahasiswa ke Kairo bisa segera dilanjutkan,” terang Hasan Basri.

Universitas Al-Azhar Kairo menjadi primadona siswa lulusan Madrasah Aliyah dan pesantren di Indonesia untuk memperdalam Ilmu-Ilmu KeIslaman (Islamic Studies). Tahun ini, setelah melalui serangkaian seleksi, baik tertulis maupun wawancara, ada 1.500 calon mahasiswa yang dinyatakan lulus. Namun, proses pemberkasan untuk keberangkatan sebagian besar dari mereka terkendala oleh persoalan muadalah (penyetaraan Ijazah) yang dipersyaratkan untuk studi lanjut ke Mesir belum kunjung selesai.

“Karena waktu perkuliahan semakin mepet, Menag mengirimkan delegasi bersama OIAA untuk melakukan permintaan dispensasi muaddalah bagi calon mahasiswa tahun 2021. Sebelumnya, permohonan dispensasi juga sudah disampaikan melalui surat. Alhamdulilah misi delegasi ini telah membuahkan hasil,” terang Hasan.

“Delegasi bahkan mendapat kehormatan dapat bertemu langsung dengan Grand Syaikh Al-Azhar Prof. Ahmad Muhammad Ath-Thayyeb, Rektor Al Azhar Muhammad Husein Al-Mahroshowi, Penasehat Grand Syaikh Al Azhar dalam bidang pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Abdel Dayem Nossair, serta Ketua OIAA Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Ambassador Abdurrahman Musa,” lanjutnya.

Disetujuinya dispensasi muadalah ini disambut baik Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Menurutnya, persoalan keberangkatan calon mahasiswa baru Al Azhar sudah ada titik terang. “Proses muaddalah sekolah/madrasah pondok pesantren oleh Kementerian Agama yang sedang berjalan harus terus dikawal hingga selesai. Sehingga, proses seleksi calon mahasiswa Mesir yang akan datang tidak terkendala lagi,” pesan Menag.

Selain memproses permohonan dispensasi muadalah, tim delegasi juga bertemu dengan pengurus Perhimpunan Pelajar Muslim Indonesia (PPMI) di Mesir. Juga bertemu dengan Wakil Ketua OIAA yang juga pensiunan Jenderal Polisi di Mesir, Osama Yassin. (np/tin).

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kesepakatan Akuisisi Saham 2016 Berujung Sengketa Kebun, Ayah dan Anak Dilaporkan ke Polisi

3 November 2026 - 10:38

Sekjen PBNU Gus Gudfan Apresiasi Ketegasan Kapolri Evaluasi Kapolres Sukoharjo

3 November 2026 - 06:39

Rumah Anyaman Bambu, Tiga Anak, dan Perjuangan Sunani Bertahan Hidup 

2 November 2026 - 18:31

Kapolres Jombang Bentuk Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah, Perkuat Pencegahan Bullying dan Kenakalan Remaja

2 November 2026 - 13:17

Hadirkan 13.000 Anggota, Apel Sholawat Akbar Bakal Jadi Puncak Milad ke-7 LSN di Jember

1 November 2026 - 21:19

Muscab IKAPMII Jember Tetapkan Hairul Syapril Sholeh sebagai Ketua Umum 

31 Oktober 2026 - 22:06

Trending di KABAR NUSANTARA