Pasuruan, Kabarpas.com – Usai melakukan kolaborasi kegiatan dengan dua kecamatan di Kabupaten Pasuruan, yakni Kecamatan Gondang Wetan dan Kecamatan Winongan, PT. Tirta Investama Pabrik Keboncandi bersama mitranya LPTP Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam rangka pencegahan dan penurunan angka stunting. Yakni, dengan menggelar kegiatan kolaborasi perencanaan dan pemanfaatan pekarangan yang dilaksanakan di Balai Desa Mendalan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menjaga ketahanan pangan khususnya bagi keluarga yang memiliki anak stunting, karena dengan ketahanan pangan yang baik maka gizi keluarga akan terpenuhi dengan baik pula. Sehingga kejadian stunting pada anak dapat dicegah.
Kegiatan kolaborasi yang dilakukan ini tidak hanya melibatkan 7 desa saja, melainkan juga melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan sebagai bagian dari stakeholder dalam pencegahan dan penurunan stunting.
“Dengan kegiatan ini nantinya diharapkan ada sesuatu yang dapat diambil untuk kemudian dilakukan perencanaan bersama bagaimana model pemanfaatan pekarangan yang sesuai diterapkan di masing-masing desa,” jelas Fathoni, Staf Kesling Kesjaor Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan.
Tujuh desa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Desa Bajangan, Desa Wonosari, Desa Wonojati, Desa Tenggilisrejo dan Desa Keboncandi dari Kecamatan Gondang Wetan. Sementara dua desa dari Kecamatan Winongan yakni Desa Mendalan dan Desa Winongan Kidul.
Dalam sambutannya, Pemerintah Desa Mendalan yang sekaligus sebagai tuan rumah, menyatakan siap mendukung serta mendorong masyarakat dalam pemanfaatan pekarangan.
“Kami siap mendukung dan mendorong kegiatan pemanfaatan pekarangan ini, jika memang dibutuhkan lahan untuk kegiatan seperti ini maka lahan disebelah rumah saya dapat digunakan dan dimanfaatkan,” ucap Suheri, Kepala Desa Mendalan.
Sementara Koordinator CSR PT. Tirta Investama Pabrik Keboncandi Nurul Huda, menyampaikan bahwa sejalan dengan komitmen bisnis perusahaan yaitu one planet one health dimana kita hidup di satu planet maka kita harus sama-sama sehat.
“Maka juga diharapkan dari seluruh element masyarakat ikut peran dalam upaya untuk mengatasi stunting secara bersama-sama, salah satunya dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan menanam berbagai macam sayuran untuk pemenuhan kebutuhan gizi keluarga,” ujarnya.
Kegiatan kolaborasi dalam perencanaan dan pemanfaatan pekarangan ini dilakukan dengan meminta peserta dari setiap desa untuk menuliskan program dan keinginan mereka tentang pemanfaatan pekarangan yang kemudian dilanjutkan dengan setiap desa menjelaskan hasil serta membuka forum tanya-jawab antar peserta dari desa yang lainnya.
“Dari proses tersebut akhirnya banyak ditemukan strategi serta solusi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan pemanfaatan pekarangan untuk pencegahan dan penurunan stunting di masing-masing desa,” pungkasnya. (***).

















