Pasuruan, Kabarpas.com – Seorang wartawan di Pasuruan mengalami kejang-kejang hingga tak sadarkan diri setelah mengkonsumsi air teh botol kemasan dari dalam bungkusan paket misterius yang diterimanya.
Diketahui wartawan tersebut bernama Sukron Adim (31), warga Desa Tambakan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Wartawan media cetak Berita Metro ini diduga diracun oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Mertua korban Heru Purnomo (64), mengatakan jika ada keanehan dalam satu paket misterius yang diterimanya.
Dalam paket tersebut ditempelkan tulisan dari dua nama perusahaan media yang berbeda. Oknum tersebut tanpa izin menyantumkan nama dua nama media di Pasuruan.
Diterangkan Heru , paket misterius tersebut diterima keluarga korban pada Minggu (28/8/2022) kemarin sekitar pukul 10.30 WIB kemarin.
Sosok kurir pengirim paket misterius berjaket ojek online dan memakai sepeda motor.
Saat itu istri korban menanyakan siapa orang yang mengirim paket tersebut, kurir tersebut hanya menyatakan jika pengirimnya dari kantor.
“Ketika istrinya tanya siapa yang ngirim, kurirnya bilang dari kantor. Pas Ditanyai lagi, jawabannya sama, dari kantor,” jelasnya.
Awalnya tidak menaruh curiga, istri korban pun meletakkan paket tersebut ke dalam rumah.
Paket misterius itu baru dibuka ketika Adim dan keluarganya pulang dari liburan sekitar pukul 15.00 WIB.
Saat dibuka, ternyata paket tersebut berisi sembako berupa beras, gula dan sejumlah minuman botol.
Setelahnya korban meminum salah satu minuman teh botol. Berselang satu jam, sekitar pukul 16.30 WIB, korban tiba-tiba mengalami demam dan langsung kejang-kejang.
Istri korban pun langsung membawanya ke mantri kesehatan di dekat rumah. Tapi karena kondisi korban yang semakin memburuk, korban pun dirujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Masyitoh Bangil.
“Ketika di RSI Masyitoh, mulut korban mengeluarkan busa. Sekarang Adim masih dirawat di ruangan HCU dan tidak bisa dijenguk. Bahkan korban juga masih kejang-kejang hingga harus diikat,” ungkapnya.
Hingga kini, Tim Ident Satreskrim Polres Pasuruan tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kandungan isi botol teh yang diminum korban.
Sementara melalui whatsApp grup wartawan di Pasuruan, pihak manajemen dari dua media yang namanya dicatut tanpa izin dalam paket misterius yang berisi paket sembako dan minuman memberikan klarifikasi bahwa mereka tidak pernah mengirimkan paket sembako kepada wartawan media cetak Berita Metro atas nama Sukron Adim. (emn/gus).

















