Pasuruan, Kabarpas.com – Tim pengabdian dari Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Wiranegara (Uniwara), melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan “Penataran dan Penguatan Kompetensi Guru dalam Mendesain Media Pembelajaran pada Implementasi Kurikulum Merdeka Di SMK Muhammadiyah 1 Pasuruan”.
Tim tersebut terdiri dari Ilmiyatur Rosidah, M.Pd.; Sugianti, M.Pd.; Barotun Mabaroh, S.S., M.Pd. Dalam kemasan In House Training implementasi kurikulum merdeka. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama, guru mendapatkan pembekalan dan penguatan mengenai kebijakan kurikulum merdeka, serta mekanisme penyusunan Kurikulum Satuan Operasional Sekolah (KOSP).
Materi mengenai kebijakan kurikulum merdeka dalam menangani learning loss yang beberapa saat lalu, tentunya membuka wawasan lebih kepada SMK Muhammadiyah 1 Pasuruan tentang konsep tersebut.
Harapannya sekolah mampu membuat ataupun mengadopsi kurikulum merdeka terhadap pembelajaran yang akan dilakukan pada tahun pelajaran 2022/2023. Konsep penyusunan kurikulum mereka juga diberikan, sehingga mampu membekali Sekolah dalam menyusun KOSP, karena sebagaimana yang kita ketahui terdapat beberapa komponen maupun unsur yang membedakan kurikulum 2013 dengan KOSP.
Perbedaan yang sangat mencolok pada kurikulum merdeka adalah tedapat deskripsi karekteristik satuan pendidikan, dengan harapan KOSP sudah mampu menggambarkan kebutuhan siswa dan sekolah. Maka, dengan mengetahui karakteristik sekolah maupun kebutuhan sekolah, nantinya sekolah mampu berbenah sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh tiap satuan pendidikan.
Kegiatan ini membuka ruang dan wawasan baru terkait kebijakan dan Konsep penyususnan KOSP pada kurikulum merdeka. Dengan adanya penataran dan penguatan ini Sekolah mampu menyusun dokumen KOSP yang sesuai dengan dengan konsep implementasi kurikulum merdeka.
Sementara pada kegiatan hari kedua, yakni memberikan penguatan terkait sistem pembelajaran dan asesmen pada kurikulum merdeka dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Pada sesi kedua, peserta melakukan aktualisasi berupa penyusunan modul ajar/RPP. Kegiatan berakhir pada pukul 16.00, dengan kegiatan presentasi hasil modul ajar yang telah disusun. Pada kegiatan ini, peserta ditatar untuk dapat memahami beberapa istilah baru dan fungsinya, antara lain memahami tentang konsep CP, TP, dan ATP.
Setelah peserta ditatar untuk memahami konsep pembelajaran dan asesmen, kemudian kegiatan berikutnya yakni melakukan penguatan kompetensi peserta/ guru dengan memberikan tugas menyusun modul ajar/RPP kurikulum merdeka. Pembelajaran dan asesmen pada kurikulum merdeka mempunyai mengangkat teori dari Bapak Pendidikan kita, yakni Ki Hajar Dewantara, dimana beliau memosisikan masing-masing peserta didik mempunyai sebuah keunik dalam diri merka. Maka, sebagai seorang pendidik sudah seharus selalu memerhatikan kebutuhan bakat, minat, serta gaya belajar mereka sebagai upaya mencapai tujuan pembelajaran pada tiap matapelajaran.
Guru diharapkan melakukan asesmen awal untuk mengetahui kompetensi awal peserta didik, sebagai bekal perencana pembelajaran yang akan dirancang untuk memudahkan dalam mentarget capai pembelajaran. Tak hanya itu, guru juga diharapkan untuk memerhatikan diferensiasi peserta didik, diferensiasi tersebut dapat kita rancang dalam tiga aspek antara lain: 1) diferensiasi konten; diferensiasi proses; dan diferensiasi produk.
Hal baru dalam implementasi kurikulum merdeka ini juga membahas tentang Projek Profil Pelajar Pancasila sebagai bentuk Kokurilum. Kokurikulum ini merupakan kurikulum wajib yang harus dilakasanakan oleh satuan pendidikan yang mengimplementasikan program Kurikulum Merdeka mandiri. Projek Profil Pelajar Pancasila adalah kurikulum yang disasar untuk memperkuat enam profil pelajar Pancasila dalam kurikulum merdeka.
Terdapat beberapa tema pilihan yang bisa dilaksanakan oleh tiap satuan pendidikan yang disesuaikan dengan fase. Kegiatan Pengabdian tersebut dilakukan untuk menjawab tantangan zaman, dimana saat ini pendidikan kita melakukan trasnformasi pendidikan melalui implementasi kurikulum merdeka. Kegiatan tersebut, bermanfaat untuk menyiapkan guru untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka pada Tahun Pelajaran 2022/2023. (***).

















