Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 24 Mei 2025

Pengamat Nilai Langkah Bupati Fawait Menata PKL Sudah Sejalan dengan Amanat Presiden


Pengamat Nilai Langkah Bupati Fawait Menata PKL Sudah Sejalan dengan Amanat Presiden Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Alifian Rizzalul Ahmad, Pengamat Bisnis dan UMKM sekaligus dosen Administrasi Bisnis STIA Pembangunan Jember mengapresiasi rencana Bupati Jember untuk membangun kawasan food street di sekitar Alun-alun Jember. Meski demikian, ia menyarankan agar keberadaan kawasan tersebut juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui mekanisme retribusi.

“Saya mengapresiasi rencana food street yang akan mengakomodasi pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku UMKM yang telah terdaftar,” ujar Alifian.

Menurut dia, langkah yang diambil Bupati Fawait sudah sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2012 tentang Koordinasi Penataan dan Pemberdayaan PKL. Dalam aturan tersebut, pemerintah daerah didorong untuk menata dan menyediakan lokasi khusus bagi para pedagang.

Ia menambahkan, melalui mekanisme retribusi yang tertata, para pedagang bisa memperoleh fasilitas dan jaminan yang memungkinkan mereka berjualan dengan lebih tenang dan nyaman.

“Secara aplikatif, konsep seperti ini sudah diterapkan di sejumlah daerah. Pemerintah Kabupaten Jember dapat melakukan studi banding untuk merealisasikan rencana tersebut secara optimal,” ucapnya.

Fian berharap, kawasan food street tidak hanya menjadi solusi penataan PKL, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan PAD.

“Saran saya, food street juga bisa menjadi sumber pendapatan daerah melalui retribusi yang dikelola dengan baik,” tuturnya kepada wartawan.

Sebelumnya, Bupati Fawait mengumumkan rencana pembangunan kawasan food street di sepanjang Jalan RA Kartini yang berdekatan dengan alun-alun Jember. Proyek ini direncanakan mulai digarap pada akhir 2025.

“Kami ingin membangun food street yang bisa menjadi miniatur Jalan Malioboro di Yogyakarta, Kayutangan di Malang, atau Jalan Pahlawan di Surabaya,” kata Fawait dalam konferensi pers 100 hari kerja Pro Gus’e di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Rabu (21/5/2025) malam.

Ia menegaskan bahwa keberadaan PKL tetap akan dilibatkan dalam perencanaan agar roda perekonomian keluarga para pedagang tetap berjalan.

“Mereka ini mencari nafkah untuk keluarga. Jadi ini soal perut dan keberlangsungan hidup mereka. Saya tidak tega jika harus menggusur,” ujarnya.

Dengan penataan tersebut, Bupati Fawait berharap pengembangan kawasan alun-alun Jember dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah tanpa mengesampingkan kebersihan dan ketertiban lingkungan. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

BPBD Jember Lakukan Asesmen Cepat Kebakaran Rumah Akibat Gas Bocor di Banjarsengon 

11 Mei 2026 - 08:02

Dari Pasar Lumpur Ledokombo, Festival Egrang Tanoker Perkuat Budaya dan Ekonomi Warga

9 Mei 2026 - 21:38

Wamen Komdigi Resmi Launching Festival Egrang Tanoker ke-14 di Jember

9 Mei 2026 - 14:39

Festival Egrang Tanoker ke-14: Ketika Permainan Tradisional Bertemu Era Digital

9 Mei 2026 - 14:36

Alas Kaki Unggulan Kota Mojokerto Mampu Bersaing Tembus ke Negara Jepang

9 Mei 2026 - 11:53

Tingkatkan Kenyamanan Akademik, FDIKOM UIN Jakarta Hadirkan Fasilitas Common Room 

8 Mei 2026 - 22:28

Trending di KABAR NUSANTARA