Sabtu, 24 Mei 2025 – 05.52| 995 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Di tengah kesibukan kegiatan Bunga Desaku pada Jumat (23/5/2025) malam, Bupati Fawait sempat melakukan rapat evaluasi terhadap seluruh OPD Pemkab Jember di aula Kebun Zeelandia Desa Kramat Sukoharjo, Tanggul.
Evaluasi tersebut menyangkut pola kerja OPD Pemkab Jember yang terkesan jalan sendiri-sendiri. Padahal, sinergi antar OPD sangat diperlukan untuk mempercepat dan mempermudah eksekusi program-program pemerintah.
“Selama ini saya amati, bukan mengkritik (bupati) masa lalu ya, ada semacam ego sektoral. Di zaman saya memimpin tidak boleh lagi, harus bareng-bareng,” tegas bupati mengingatkan.
Ia memberi contoh, untuk mengatasi kemiskinan tidak bisa Dinas Sosial bekerja sendiri. OPD terkait yang lainnya harus ikut membantu.
“Seperti pengembangan pariwisata, kalau cuma dikerjakan Kepala Dinas Pariwisata seorang ya tidak mampu, maka harus disupport sama Kadispora yang serumpun, Kadis UMKM dan Kadis Pendidikan. Itu harus dikeroyok bareng-bareng. Ketika itu (dikerjakan) bareng-bareng, tenaganya semakin besar, golnya juga semakin cepat dan baik,” imbuh bupati.
Selain itu, dalam rapat tersebut bupati juga menyampaikan fokus Pemkab Jember ke depan.
Fokusnya, tidak berbeda jauh dengan pemerintah pusat yang salah satunya adalah soal pangan.
“Kita (pemerintah daerah) ini kan bagian dari pusat, kita bersinergi salah satunya masalah pangan. Tadi kita ingin 2026 APBD Jember orientasinya adalah pangan, itu salah satunya.
Kemudian pengentasan kemiskinan. Sama seperti apa yang disampaikan Presiden bahwa, pengentasan kemiskinan khususnya yang ekstrem itu menjadi fokus kita di tahun 2026. Apalagi nanti akhir bulan Menteri Sosial juga akan datang ke Jember, kita mempersiapkan untuk diskusi,” papar bupati kepada wartawan.
Peningkatan PAD (pendapatan asli daerah) juga dibahas dalam rapat. Menurut bupati, peningkatan PAD akan membuat ruang fiskal Kabupaten Jember semakin besar.
Investasi pun tak luput menjadi perhatian. Menurut bupati, mengentaskan kemiskinan di Jember tak cukup hanya dengan mengandalkan APBD.
“Kita butuh di luar (APBD) itu, yaitu investasi. Tadi juga kita sampaikan kepada seluruh OPD bagaimana pariwisata di Jember ini harus digiatkan lagi, karena dulu pariwisata di Jember itu leader tapi hari ini justru tertinggal. Maka perlu sebuah terobosan yang harus dikerjakan bareng-bareng,” tandasnya.
Bupati menilai, jika sektor pariwisata maju, investasi maju, wisatawan banyak datang silih berganti maka perputaran ekonomi juga akan jalan.
Efeknya pun berlipat-lipat. PAD akan naik, pendapatan masyarakat meningkat, lapangan pekerjaan semakin terbuka, pengangguran turun dan puncaknya adalah turunnya kemiskinan.
“Tapi untuk itu semua butuh proses,” kata Bupati Fawait. (dan/ian).

















