Minggu, 17 Agustus 2025 – 08.34 | 817 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Ada pemandangan menarik dalam upacara pengibaran bendera HUT ke-80 Republik Indonesia di alun-alun Jember Nusantara, Minggu (17/8/2025) pagi. Bupati Muhammad Fawait yang menjadi inspektur upacara terlihat mengenakan syal dengan motif warna bendera Palestina.
Pilihan itu bukan tanpa alasan. Di tengah gema perayaan kemerdekaan Indonesia, ia seolah ngin menyampaikan pesan solidaritas yang lebih luas bahwa kemerdekaan bukan hanya milik bangsa Indonesia, tetapi juga hak setiap bangsa di dunia.
“Indonesia adalah negara besar yang kemerdekaannya diraih bukan karena pemberian, melainkan hasil perjuangan para pahlawan kita. Delapan puluh tahun sudah kita menikmati nikmat kemerdekaan ini,” ucap Bupati Fawait kepada wartawan usai upacara.
Ia mengingatkan kembali satu fakta sejarah yang sering terlupakan, bahwa bangsa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1945 adalah Palestina.
“Maka sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, kami di Kabupaten Jember ingin menegaskan solidaritas bangsa Indonesia untuk bangsa Palestina. Sudah saatnya Palestina berdiri tegak dan merdeka,” imbuhnya.
Upacara peringatan HUT ke-80 RI itu pun tidak hanya menjadi momen mengenang jasa pahlawan bangsa, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab moral Indonesia di panggung internasional.
Prosesi berlangsung khidmat, dimulai dengan pembacaan teks proklamasi, pengibaran bendera merah putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Jember, hingga doa bersama.
Dengan demikian, peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 di Kabupaten Jember bukan sekadar upacara seremonial, melainkan juga momentum untuk mempertebal rasa cinta tanah air, sembari menyalakan kembali bara solidaritas bagi perjuangan bangsa-bangsa yang masih terjajah. (dan/ian).

















