Sabtu, 1 November 2025 – 14.45 | 720 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Kabupaten Jember menunjukkan perannya sebagai salah satu pusat kekuatan sektor peternakan dan pertanian di Jawa Timur. Melalui gelaran Festival Sapi “Bupati Jember Cup Season 2”, Sabtu (1/11/2025), pemerintah daerah bersama para peternak membuktikan bahwa kemandirian pangan tidak hanya lahir dari kebijakan, tetapi juga dari kolaborasi di lapangan.
Ratusan peternak dari berbagai kabupaten di Jawa Timur memadati Jember Sport Garden (JSG) untuk mengikuti ajang edukatif dan kompetitif yang digagas oleh Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI). Hadir sejumlah tokoh nasional diantaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, dan Bupati Muhammad Fawait.
Dalam sambutannya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menekankan pentingnya sektor peternakan sebagai pilar pemberdayaan ekonomi rakyat. Menurutnya, peternakan sapi tidak hanya berbicara soal produksi daging, tetapi juga soal pemerataan kesejahteraan.
“Peternakan sapi adalah cara kita mengurangi kemiskinan dan memperkuat ketahanan pangan bangsa,” ujar Muzani.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilai cepat dan tanggap dalam melindungi peternak dari dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Gerak cepat seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Festival Sapi Jember sebagai contoh nyata semangat kemandirian pangan di tingkat daerah.
“Ini bukan hanya lomba, tapi solusi konkret untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor daging. Festival seperti ini harus terus dijaga dan dibimbing,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat tengah menyiapkan berbagai langkah nyata untuk memperkuat ekonomi rakyat, termasuk pemberian benih jagung, bibit kakao dan kopi, serta perbaikan infrastruktur irigasi pertanian.
“Kami tahu masih ada masyarakat miskin ekstrem di Jember. Insya Allah, kami hadir membawa solusi nyata, bukan janji,” ujarnya disambut tepuk tangan.
Sebagai simbol dukungan, Mentan menyerahkan dua ekor sapi unggul berbobot 750 dan 950 kilogram kepada Ketua APPSI untuk pengembangan peternakan rakyat di Jember.
“Atas arahan Bapak Presiden dan Ketua MPR, kolaborasi antara pusat, provinsi, dan kabupaten harus terus diperkuat agar kesejahteraan petani dan peternak meningkat dalam waktu sesingkat-singkatnya,” pungkasnya.
Sementara, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa Jember memiliki potensi besar untuk menjadi kembali lumbung pangan Jawa Timur, asalkan infrastruktur pertanian mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat.
“Sebagian besar masyarakat miskin di Jember adalah petani dan peternak. Mereka tinggal di pinggiran kebun, hutan, dan pantai. Mereka adalah tulang punggung pangan kita,” katanya.
Bupati Fawait mengungkapkan, Jember pernah menempati posisi atas dalam produktivitas padi di Jawa Timur. Namun kini, tantangan utama ada pada infrastruktur pertanian dan sistem pengairan, bukan pada pengalihan lahan.
“Kami mohon dukungan agar sistem irigasi dan jaringan pertanian diperbaiki. Dengan begitu, lahan yang sekarang hanya bisa panen sekali bisa menjadi tiga kali setahun,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas kebijakan kenaikan harga gabah dan penurunan harga pupuk subsidi yang dirasakan langsung manfaatnya oleh petani.
“Bagi orang berduit mungkin tak terasa, tapi bagi petani, kebijakan ini sangat berharga,” tambahnya.
“Petani dan peternak adalah akar ketahanan pangan bangsa. Dari Jember, kita mulai membangun kemandirian pangan Indonesia.” ucap Fawait menutup pesannya.
Festival Sapi “Bupati Jember Cup Season 2” bukan sekadar ajang kontes, melainkan ruang pertemuan ide dan kebijakan antara pemerintah dan rakyat. Dari arena JSG yang panas siang itu, lahir semangat baru menjadikan Jember sebagai contoh nyata daerah yang berdiri di atas kerja keras dengan nama kolaborasi, petani dan peternak. (dan/ian).

















