Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 4 Nov 2025

Ratusan Ojol Geruduk DPRD Pasuruan, Keluhkan Motor Rusak Usai Isi BBM di SPBU


Ratusan Ojol Geruduk DPRD Pasuruan, Keluhkan Motor Rusak Usai Isi BBM di SPBU Perbesar

​Pasuruan, Kabarpas.com – Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) di Kota Pasuruan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pasuruan pada Selasa (04/11/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes atas kerusakan mesin motor yang mereka alami setelah mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

​Ratusan Ojol yang mengenakan seragam hijau memulai aksinya dengan konvoi menggunakan sepeda motor dari GOR Untung Suropati menuju kantor DPRD Kota Pasuruan.

Massa Ojol mendatangi kantor dewan untuk mengadukan keluhan serius: motor mereka mengalami masalah “mbrebet” (tidak stabil atau tersendat) hingga mogok total setelah mengisi BBM. Kondisi ini membuat mereka tidak bisa bekerja dan terpaksa membawa kendaraan ke bengkel untuk diservis.

​Para Ojol membawa berbagai spanduk yang berisi tuntutan agar anggota dewan setempat dapat memfasilitasi keluhan mereka. Mereka menuntut pihak-pihak yang bertanggung jawab agar segera mempertanggungjawabkan kerusakan motor yang dialami.

​Nurjanah, salah satu pengemudi Ojol perempuan, mengaku pekerjaannya terhenti total.

“Motor saya langsung mbrebet dan mogok setelah isi BBM di SPBU. Saya jadi tidak bisa bekerja,” keluhnya.

​Ketua Paguyuban Ojol Kota Pasuruan, Muhammad Yunus, menjelaskan bahwa aksi ini adalah desakan kepada pemerintah dan pihak terkait.

​”Terkait bahan bakar yang diduga bermasalah atau tercampur, kami mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk melakukan kaji ulang secara transparan dan melibatkan unsur masyarakat, khususnya driver ojek online,” papar M. Yunus.

​Lebih lanjut, Ojol menuntut ketersediaan BBM yang berkualitas dan berkesinambungan. Selain itu, mereka secara tegas menuntut ganti rugi kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerugian yang dialami Ojol.

​M. Yunus menambahkan, jumlah korban motor rusak atau “mbrebet” dari kalangan Ojol diperkirakan mencapai lebih dari 200 orang.

​”Rata-rata motor yang rusak mulai dari harus menguras BBM atau Pertalite, mengganti busi, sampai yang terparah adalah mengganti saluran fuel pump bahan bakar. Kerugian yang ditanggung rata-rata mencapai Rp 185 ribu hingga lebih dari Rp 200 ribu per motor,” pungkasnya. (emn/ian).

Artikel ini telah dibaca 73 kali

Baca Lainnya

Wamen Komdigi Resmi Launching Festival Egrang Tanoker ke-14 di Jember

9 Mei 2026 - 14:39

Festival Egrang Tanoker ke-14: Ketika Permainan Tradisional Bertemu Era Digital

9 Mei 2026 - 14:36

Alas Kaki Unggulan Kota Mojokerto Mampu Bersaing Tembus ke Negara Jepang

9 Mei 2026 - 11:53

Tingkatkan Kenyamanan Akademik, FDIKOM UIN Jakarta Hadirkan Fasilitas Common Room 

8 Mei 2026 - 22:28

PLN Masuk Afdeling Trate, 101 Sambungan Baru Resmi Menyala di Kebun Kalisanen Kotta Blater

8 Mei 2026 - 21:10

Pansus III DPRD Trenggalek Kebut Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Ponpes dan Madrasah

8 Mei 2026 - 21:08

Trending di KABAR NUSANTARA