Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 10 Nov 2025

Gus Fawait Ajak Kader Posyandu Bergerak Bersama Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi


Gus Fawait Ajak Kader Posyandu Bergerak Bersama Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi Perbesar

Senin, 10 November 2025 – 16.27 | 822 kali dilihat

 

Jember, Kabarpas.com – Program Guse Menyapa kembali digelar oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, Senin (10/11/2025), kali ini menyapa masyarakat di Kecamatan Sukowono. Agenda diawali dengan pertemuan bersama para kader posyandu di Balai Desa Mojogemi yang menjadi forum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Jember.

Gus Fawait mengapresiasi peran para kader posyandu yang disebutnya sebagai “garda terdepan” pelayanan kesehatan masyarakat. Ia menegaskan, kegiatan Guse Menyapa bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap persoalan yang langsung menyentuh kehidupan rakyat.

“Tidak ada artinya jabatan kalau masyarakat masih berjuang sendiri menghadapi persoalan kesehatan. Para kader posyandu ini pahlawan yang sering tidak terlihat, tetapi pengaruhnya sangat besar,” ujar Fawait.

Bupati muda itu menyoroti fakta bahwa Jember masih menghadapi tantangan serius di bidang kesehatan ibu dan anak. Berdasarkan data terakhir, Jember menempati posisi tertinggi di Jawa Timur dalam kasus kematian ibu dan bayi.

“Ini alarm keras bagi kita semua. Saya tidak ingin mendengar lagi ada ibu meninggal karena terlambat ditangani, atau bayi tidak tertolong karena kurang perhatian. Saya mohon para kader lebih aktif memantau dan melaporkan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Meski menghadapi keterbatasan fiskal akibat berkurangnya alokasi APBD sekitar Rp350 miliar, Gus Fawait menegaskan bahwa sektor kesehatan dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Anggaran boleh berkurang, tapi semangat kita jangan ikut berkurang. Justru di tengah keterbatasan, kita harus lebih kreatif, gotong royong, dan fokus pada yang paling penting keselamatan dan kesehatan masyarakat,” tandasnya.

Dalam forum tersebut, Gus Fawait juga menekankan bahwa keberhasilan program kesehatan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, tetapi memerlukan dukungan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, terutama di tingkat desa. Ia mengajak seluruh kader posyandu memperkuat sinergi dengan tenaga kesehatan dan pemerintah desa untuk memastikan setiap ibu hamil dan bayi mendapat pendampingan layak.

“Kita ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun ibu dan bayi di Jember yang terabaikan. Itulah makna kepemimpinan bukan soal kekuasaan, tapi seberapa banyak kebaikan yang bisa dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Alas Kaki Unggulan Kota Mojokerto Mampu Bersaing Tembus ke Negara Jepang

9 Mei 2026 - 11:53

Tingkatkan Kenyamanan Akademik, FDIKOM UIN Jakarta Hadirkan Fasilitas Common Room 

8 Mei 2026 - 22:28

PLN Masuk Afdeling Trate, 101 Sambungan Baru Resmi Menyala di Kebun Kalisanen Kotta Blater

8 Mei 2026 - 21:10

Pansus III DPRD Trenggalek Kebut Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Ponpes dan Madrasah

8 Mei 2026 - 21:08

Polres Jember Tetapkan Sopir Truk Jadi Tersangka Kasus Solar Subsidi

8 Mei 2026 - 08:26

Wali Kota Pasuruan Pastikan Pembangunan JLU Berlanjut, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kawasan Industri

8 Mei 2026 - 05:28

Trending di Berita Pasuruan