Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 15 Nov 2025

Bupati Fawait Tegaskan Tidak Akan Naikkan Pajak, Fokus Tutup Kebocoran PAD dan Percepat Digitalisasi Pendataan


Bupati Fawait Tegaskan Tidak Akan Naikkan Pajak, Fokus Tutup Kebocoran PAD dan Percepat Digitalisasi Pendataan Perbesar

Sabtu, 15 November 2025 – 18.43 | 2300 kali dilihat

 

Jember, Kabarpas.com – Pemkab Jember memastikan tidak akan menaikkan pajak daerah meski menghadapi penurunan transfer pusat sebesar Rp350 miliar. Komitmen itu ditegaskan Bupati Fawait dalam Sidang Paripurna DPRD Jember, Sabtu (15/11/2025), saat menjawab pandangan fraksi terkait pembahasan RAPBD 2026.

Di hadapan anggota dewan, Bupati Fawait menyampaikan apresiasinya terhadap masukan Fraksi PKB mengenai strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami sependapat bahwa peningkatan PAD tidak boleh membebani UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah. Fokus kami adalah intensifikasi, ekstensifikasi, dan menutup kebocoran pajak,” tegas Fawait.

Dalam pidatonya, Bupati menekankan pentingnya pemutakhiran data objek pajak terutama di sektor restoran, hotel, hiburan, reklame, dan sektor potensial lain. Pemerintah disebut sudah menyiapkan percepatan pendataan berbasis digital dan integrasi sistem informasi agar setiap potensi pajak tercatat secara akurat.

“Maraknya reklame di berbagai sudut kota juga menjadi prioritas. Reklame tak berizin atau habis masa berlakunya akan kami tertibkan. Setiap reklame harus memberi kontribusi bagi PAD,” ujarnya.

Usai sidang, dalam wawancara dengan media, Bupati Fawait mengungkapkan bahwa kondisi fiskal Jember memang sedang menantang. Meski demikian ia menegaskan bahwa semangat pemerintah daerah dan DPRD sejalan menuju kemandirian fiskal.

“Transfer pusat berkurang Rp350 miliar, tentu membuat pusing. Tapi bukan berarti kita tidak semangat. Kita masih punya banyak peluang program pusat, seperti re-vitalisasi sekolah yang kita dapatkan cukup besar,” katanya.

Fawait menyebutkan bahwa selama 10 tahun terakhir, Jember tidak pernah mencapai target PAD yang ditetapkan. Karena itu, ia meminta DPRD ikut mengawasi dan mengkaji penyebabnya.

“Apakah targetnya terlalu besar? Atau ada kebocoran? Atau sistemnya yang belum baik? Ini PR kita bersama,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa perhatian khusus terhadap capaian PAD baru dapat ia jalankan maksimal mulai tahun 2026, ketika APBD benar-benar disusun timnya sejak awal.

Selain PAD, serapan anggaran juga akan menjadi indikator penting untuk menilai kinerja pimpinan OPD.

“Serapan anggaran akan menjadi alat menilai apakah kepala OPD sudah tepat di posisinya. Jika tidak tepat, bisa jadi perlu pergeseran,” tegasnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan kenaikan pajak, Fawait menjawab tegas.

“Tidak akan menjadi opsi. Saya dan DPRD sepakat tidak akan menaikkan pajak. Yang kami lakukan adalah mengoptimalkan penarikan pajak yang ada dan menutup kebocoran,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa sistem parkir berlangganan akan dikembalikan (berbayar) seperti sebelumnya, menindaklanjuti masukan DPRD akibat menurunnya pendapatan pajak dari sektor tersebut. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

PAN Jember Gelar Muscab, Konsolidasi Struktur Kecamatan Dimulai Menuju Pemilu 2029 

29 Juni 2026 - 21:31

MPM Honda Jatim Kembali Hadirkan Program “Untukmu Konsumen Honda”, 2 Honda PCX160 Menanti Konsumen Jember

29 Juni 2026 - 21:14

Kirab Budaya Mojo Bangkit berlangsung Spektakuler, Menjadi Rangkaian HUT ke-108 Kota Mojokerto

29 Juni 2026 - 06:15

Disnaker Kabupaten Probolinggo Perkuat Layanan Kerja Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas

29 Juni 2026 - 05:59

Raih Podium Perdana, Valrossi dan CRF250R Melesat di Kejurnas Motocross Bekasi

29 Juni 2026 - 05:44

Fawait Dorong Peran Guru Ngaji dalam Penguatan Karakter Warga Jember

28 Juni 2026 - 16:21

Trending di KABAR NUSANTARA