Jumat, 21 November 2025 – 18.38 | 654 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Kecamatan Kencong menjadi lokasi pelaksanaan Bunga Desaku edisi ketujuh, Jumat (21/11/2025). Bupati Jember Gus Fawait menyebut Kencong sebagai salah satu daerah penggerak ekonomi di wilayah selatan dan barat Kabupaten Jember. Selain potensi wisata alam, kawasan ini dinilai berkembang pesat berkat hadirnya investasi lokal yang mendorong nilai tambah ekonomi masyarakat.
Dalam wawancara usai kegiatan, bupati memaparkan alasan kuat mengapa Kencong menjadi titik penting dalam agenda turun ke desa milik Pemkab Jember tersebut.
Bupati Fawait menyoroti bahwa Kencong memiliki potensi wisata alam yang tidak dimiliki banyak kecamatan lain. Salah satunya adalah Paseban, destinasi yang bahkan menarik kunjungan umat Hindu dari Bali.
“Bahkan saudara-saudara kita dari Bali jauh-jauh datang ke Kencong. Artinya ada potensi wisata alam yang besar dan hidup di sini,” kata bupati.
Potensi ini, menurutnya, menjadi fondasi penting bagi penguatan ekonomi wilayah selatan Kabupaten Jember.
Dira Kencong Dongkrak Ekonomi Wilayah Selatan
Selain potensi alam, bupati menegaskan bahwa perputaran ekonomi Kencong meningkat signifikan berkat hadirnya Dira Kencong, tempat wisata dan pusat aktivitas perdagangan yang dibangun oleh pengusaha lokal Haji Ponimin.
“Ini kebanggaan. Ada pengusaha asli Jember yang berinvestasi di Jember dan memberikan eksternalitas positif bagi wilayah selatan dan barat,” ujar Fawait.
Bupati menjelaskan, sebelum Dira berdiri, kawasan ini tidak banyak dikunjungi masyarakat dari luar, termasuk dari Lumajang atau wilayah sekitar. Namun kini, arus kunjungan meningkat pesat, membuka peluang kerja, dan menghidupkan usaha mikro di sekitarnya.
Kenaikan harga tanah di sekitar Dira disebut sebagai indikator nyata pertumbuhan ekonomi lokal.
“Sebelum ada Dira, harga tanah biasa saja. Setelah ada Dira, langsung menggeliat. Masyarakat dapat keuntungan,” tambahnya.
Bupati Fawait berharap kontribusi Ponimin dapat menjadi contoh bagi investor lain untuk membuka usaha di kantong-kantong ekonomi yang masih lemah.
“Saya butuh banyak orang seperti Pak Haji Ponimin yang mau investasi di daerah-daerah yang belum maju, termasuk wilayah utara nanti,” ujarnya.
Menurutnya, investasi lokal yang seperti ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi akar rumput daripada menunggu proyek besar dari luar daerah.
Menjawab potensi investasi yang dapat tumbuh dari model seperti Dira, bupati memastikan bahwa Pemkab Jember siap memberikan kemudahan investasi dan insentif fiskal.
“Siapapun yang mau investasi di Jember, kami beri karpet warna pink. Kita permudah semua perizinan, termasuk insentif fiskal jika diperlukan,” tegasnya.
Bupati menegaskan bahwa meskipun terjadi pengurangan transfer pusat, Pemkab tetap berkomitmen tidak menaikkan pajak daerah, dan di titik-titik tertentu justru akan memberikan keringanan.
Pemilihan Kencong sebagai tuan rumah Bunga Desaku ketujuh bukan tanpa alasan. Selain menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru di selatan dan barat Jember, Kencong juga menjadi representasi keberhasilan investasi lokal yang berpengaruh langsung kepada masyarakat.
Melalui Bunga Desaku, Bupati Fawait memastikan pemerintah hadir untuk mendorong percepatan pengembangan wilayah, memfasilitasi aspirasi warga, serta menegaskan komitmen mempermudah investasi yang berdampak luas. (dan/ian).

















