Reporter : Ajo
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Aplikasi driver ojek online yang diberi nama NU-JEK (Nusantara Ojek) secara resmi dilaunching perdana, di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Yasini, Kabupaten Pasuruan. Aplikasi ini dilaunching langsung oleh Cheif Executive Officer (CEO) NU-JEK Noch Ghozalie bersama ratusan driver NU-JEK, yang disaksikan langsung oleh para santriwan dan santriwati Ponpes Al-Yasini.
Dalam acara launching perdana yang digelar secara sederhana tersebut, diisi dengan doa bersama sekaligus penyerahan secara simbolis jaket operasional NU-JEK dari CEO ke driver di Pasuruan.
Meski Pasuruan mengawali proses launching NU-JEK ini. Namun, di kota dan kabupaten lainnya aplikasi NU-JEK ini sudah beroperasi meski belum dilaunching. Pasalnya, launching besarnya akan dipusatkan di Jakarta dan diperkirakan akan dilakukan di awal tahun 2019 nanti.
Aplikasi NU-JEK sendiri baru terdaftar di Play Store dan bisa digunakan sejak sebulan terakhir. Meski demikian, sudah banyak driver dari aplikasi lain yang akhirnya hijrah dan memilih ikut NU-JEK. Salah satunya adalah Zaki yang sebelumnya pernah menjadi driver ojek online (ojol) di aplikasi lainnya.
Zaki mengaku banyak keuntungannya bergabung dengan NU-JEK. Bahkan, pendapatannya pun menjadi bertambah. “Begitu pindah ke NU-JEK, hampir setiap hari saya kebanjiran orderan,” ucapnya sembari tersenyum.
Selain itu, ia juga menjelaskan, jika dirinya juga merasa diuntungkan dengan pembagian 85 persen untuknya dan 15 persen untuk NU-JEK. Menurutnya, sistem pembagian keuntungan ini sangat menjanjikan bagi driver.”Fiturnya juga lebih canggih dan lengkap daripada aplikasi driver online lainya. Bahkan, potensi mendapatkan keuntungan semakin lebih banyak,” imbuhnya.
Sementara itu, Chief Executive Officier (CEO) NU-JEK, Moch Ghozali mengatakan, semangat menghadirkan NU-JEK ini adalah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan umat.
“Tujuanya kami ingin hadirnya aplikasi ini bisa mewadahi sekaligus memberdayakan ekonomi umat di seluruh Indonesia,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Ia juga membeberkan bahwa banyak keuntungan yang ditawarkan aplikasinya ini bagi yang mau bergabung menjadi driver NU-JEK.
“Salah satu keuntungan terbesarnya adalah potensi penghasilan per bulannya. Sebab di NU-JEK, driver bisa berkesempatan mendapatkan penghasilan per bulan lebih dari Rp 3 juta, ” kata pria yang juga Ketua Umum Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) itu.
Ditambahkan, sistem bagi hasil di NU-JEK ini 85 persen untuk driver, dan 15 persen untuk NU-JEK. Untuk itu dirinya beserta rekan sejawatnya berkeyakinan bahwa kehadiran NU-JEK ini bisa membantu mensejahterakan umat.
“Apabila per hari driver bisa mendapatkan orderan sampai Rp 150.000, maka yang wajib disetorkan driver ke perusahaan hanya 15 persen atau setara dengan Rp 22.500. Dan sisanya dibawa driver setara Rp 127.500. Sehingga jika dikalikan sebulan, driver bisa mengantongi pendapatan Rp 3.825.000 per bulan,” ungkapnya.
Keuntungan lain yang didapat driver NU-JEK adalah bebas biaya aplikasi atau biaya sewa aplikasi ke driver NU-JEK. Sebab di aplikasi driver online lain, ada biaya per bulan yang harus dikeluarkan driver untuk sewa aplikasi.
“Selain itu, kami juga memberikan jaminan kesehatan bagi masing – masing driver. Sebab kami akan bekerjasama dengan BPJS, dan perusahaan yang akan membayar iuran per bulannya. Namun, ada syarat dan ketentuan yang berlaku, ” tutupnya. (ajo/tin).

















