Jumat, 19 September 2025 – 13.52 | 958 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Bupati Jember, Muhammad Fawait kembali menekankan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan serta peningkatan efisiensi anggaran sebagai fokus utama pembangunan di Kabupaten Jember. Dalam pertemuannya dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini, pada Kamis (18/9/2025) di Jakarta, ia mengungkapkan tekad untuk memperbaiki Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di wilayahnya.
Pada kesempatan tersebut, bupati memberikan gambaran tentang kondisi kinerja birokrasi daerah Jember. Ia juga mengakui bahwa capaian IRB dan SAKIP di Jember saat ini masih tertinggal dibandingkan beberapa wilayah lain di Jawa Timur. Kendati demikian, ia melihat situasi ini sebagai momentum untuk melakukan pembenahan serta mengoptimalkan potensi daerah.
Menurutnya, posisi Jember yang saat ini berada di bawah dalam kedua indeks tersebut bukanlah akhir, melainkan titik awal untuk bangkit. Ia optimistis Jember dapat mengejar bahkan melampaui pencapaian daerah lain. Ia menegaskan bahwa semangat kolektif dan usaha bersama akan menjadi kunci untuk membawa perubahan yang positif bagi kabupaten tersebut.
Lebih lanjut, Gus Fawait menilai perbaikan IRB dan SAKIP sebagai strategi prioritas yang tidak hanya berorientasi pada aspek administratif. Ia menjelaskan bahwa tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel merupakan komponen penting dalam mendukung peningkatan kepercayaan investor. Bupati juga menyoroti perlunya transparansi birokrasi agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dapat dialokasikan secara tepat demi kebermanfaatan optimal bagi warga Jember.
Ia menegaskan bahwa para investor membutuhkan kepastian terkait lingkungan bisnis yang kondusif, salah satunya melalui kehadiran birokrasi yang transparan. Dengan tata kelola yang baik, penggunaan APBD dapat lebih efektif dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Untuk menarik investor dan kepercayaan investor, salah satunya IRB dan SAKIP-nya harus bagus. Untuk membuat APBD ini ‘menetas’, bahasa kami, supaya efisien dan efektif maka IRB dan SAKIP-NYA juga harus bagus,” ungkap bupati.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Fawait juga menyampaikan harapannya kepada Kementerian PANRB agar memberikan bimbingan dan pendampingan secara strategis kepada pemkab Jember. Ia yakin langkah-langkah perbaikan yang dilakukan akan membawa perubahan substansial dalam efisiensi birokrasi, bukan hanya terbatas pada formalitas prosedur semata.
Bupati menggarisbawahi komitmen untuk meningkatkan skor IRB dan SAKIP sebagai prioritas jangka pendek pemerintah daerah. Pencapaian tersebut diyakini dapat memberikan dampak yang nyata bagi pembangunan, terutama dalam mendukung program-program vital seperti pengentasan kemiskinan dan percepatan ekonomi masyarakat. (dan/ian).

















