Jember, Kabarpas.com – Bupati Jember Muhammad Fawait kembali turun langsung menyapa masyarakat melalui agenda rutin Guse Menyapa yang kali ini digelar di Kecamatan Umbulsari, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan tersebut menjadi agenda penutup Guse Menyapa di penghujung tahun 2025.
Didampingi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Jember, Gus Fawait bertemu dengan tokoh masyarakat dan perwakilan kelompok tani di Balai Desa Tanjungsari. Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni bertujuan menyosialisasikan program pemerintah daerah dan menyerap aspirasi warga.
“Kami turun ke masyarakat bukan untuk kepentingan politik. Kami ingin memastikan program Pemkab Jember benar-benar dipahami dan dikawal bersama,” ujar Gus Fawait.
Salah satu program utama yang disosialisasikan adalah Universal Health Coverage (UHC), yang menjamin seluruh warga Jember dapat mengakses layanan kesehatan secara gratis di seluruh rumah sakit di Indonesia.
“Di era kami, tidak boleh lagi ada warga Jember yang tidak berobat ke rumah sakit karena alasan biaya. Kalau sakit, jangan di rumah. Datang ke puskesmas atau rumah sakit, UHC bisa dimanfaatkan,” tegasnya.
Gus Fawait juga mengingatkan bahwa Jember memiliki RSUD dr. Soebandi sebagai rumah sakit rujukan regional bagi tujuh kabupaten/kota di Jawa Timur. Selain layanan pengobatan umum, UHC juga mencakup layanan kesehatan ibu hamil.
“Mulai pemeriksaan kehamilan sampai persalinan, baik normal maupun operasi caesar, semuanya gratis,” katanya.
Untuk memastikan kualitas pelayanan publik, Gus Fawait membuka kanal pengaduan langsung kepada masyarakat melalui program Wadul Guse, baik lewat WhatsApp maupun media sosial.
“Kalau ada pelayanan yang tidak baik, laporkan langsung ke saya. Sertakan identitas, kami jamin aman. Ini penting supaya pelayanan publik di Jember benar-benar berubah,” ujarnya.
Selain sektor kesehatan, pertemuan tersebut juga difokuskan pada penguatan sektor pertanian. Gus Fawait menekankan pentingnya dialog langsung dengan petani untuk mengetahui persoalan di lapangan, sekaligus memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.
“Kami fokus pada ketahanan pangan. Tapi saya ingatkan, bantuan pertanian seperti traktor dan alsintan jangan dijual. Kalau dijual, bantuan sebanyak apa pun tidak akan pernah cukup,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar kelompok tani mulai melibatkan generasi muda yang melek teknologi guna mempercepat proses pendataan dan pengajuan bantuan.
“Kalau di setiap poktan ada anak-anak muda yang paham teknologi, pengajuan bantuan bisa lebih cepat dan petani Umbulsari bisa segera merasakan manfaat program pemerintah,” jelasnya.
Menutup pertemuan, Gus Fawait meminta doa dan dukungan masyarakat agar pembangunan di Jember dapat berjalan optimal. Meski baru sembilan bulan menjabat, ia memastikan pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas.
“Tahun ini perbaikan dan pembangunan jalan sudah mulai berjalan. Ke depan akan lebih masif. Mohon bersabar, insyaAllah semuanya bertahap,” pungkasnya. (dan/ian).

















