Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 28 Mei 2026

Cargill Perkuat Kesejahteraan Masyarakat Melalui Program Terintegrasi di Bidang Gizi, Kesehatan, dan Pemberdayaan Ekonomi


Cargill Perkuat Kesejahteraan Masyarakat Melalui Program Terintegrasi di Bidang Gizi, Kesehatan, dan Pemberdayaan Ekonomi Perbesar

Jakarta, Kabarpas.com – Seiring dengan upaya Indonesia untuk terus memprioritaskan peningkatan gizi dan penurunan stunting, penguatan akses terhadap pangan bergizi yang terjangkau tetap menjadi hal yang sangat penting. Di Jawa Timur, Cargill berkontribusi melalui dukungan terhadap masyarakat lokal dengan berbagai program terintegrasi yang bertujuan untuk memperluas akses terhadap gizi, layanan kesehatan, air bersih, dan mata pencaharian berkelanjutan.

Berdasarkan Resilient Food Systems Index (RFSI)1, riset terbaru dari Economist Impact yang didukung oleh Cargill, Indonesia menempati peringkat ke-29 dari 60 negara dengan skor keseluruhan 66.522, yang mencerminkan fondasi yang kuat dalam keterjangkauan pangan dan akses terhadap nutrisi. Namun, kesenjangan masih terdapat pada aspek ketersediaan pangan dan ketahanan sistem pangan, yang menegaskan perlunya memperkuat cara pangan diproduksi, didistribusikan, dan diakses di tingkat masyarakat.

“Di Cargill, kami percaya bahwa akses terhadap gizi merupakan hal mendasar untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan membangun sistem pangan yang tangguh,” ujar Yusuf Ronzy, Director, Plant Management, Food Southeast Asia, Australia and New Zealand.

“Indeks ini menegaskan bahwa penguatan sistem pangan membutuhkan aksi di seluruh rantai nilai, mulai dari produksi hingga konsumsi. Di Indonesia, kami menerjemahkan wawasan ini ke dalam program-program nyata berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan akses terhadap edukasi dan layanan terkait gizi, khususnya bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional kami,” ucapnya.

Di Gresik, Cargill mendukung inisiatif “Laskar Cegah Stunting” di Kecamatan Manyar melalui kerja sama dengan otoritas kesehatan setempat sesuai dengan peran dan kewenangan masing-masing, sekolah, organisasi masyarakat, dan pemangku kepentingan desa untuk memperluas upaya pencegahan stunting berbasis masyarakat di enam desa. Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mencegah stunting melalui edukasi mengenai kesehatan ibu, pemberian ASI, gizi anak, dan perkembangan anak usia dini. Kader kesehatan lokal telah dilatih untuk mendukung kegiatan edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta deteksi dini masalah pertumbuhan, agar dapat membantu keluarga dalam meningkatkan pemahaman terhadap kebutuhan gizi anak. Program ini juga mencakup kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan kelas edukasi rutin untuk mendukung upaya peningkatan asupan gizi kelompok rentan, khususnya bayi dan anak yang berisiko mengalami stunting.

Untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi dan cara mencegah stunting, program ini juga mengembangkan berbagai materi edukasi dan komunikasi perubahan perilaku, termasuk flipchart edukasi gizi, video edukasi, dan materi sosialisasi masyarakat yang berfokus pada pemberian ASI, gizi ibu, pencegahan anemia pada remaja putri, dan pertumbuhan anak yang sehat.

Kegiatan sosialisasi interaktif juga melibatkan orang tua, remaja, siswa PAUD, dan ibu menyusui melalui sesi pembelajaran yang dirancang untuk mendukung kebiasaan hidup yang lebih sehat dan meningkatkan
pemahaman terkait kesadaran gizi di tingkat rumah tangga.

Hj. Nur Cholilah, Kader Laskar Cegah Stunting di Desa Pegaden di Gresik, mengatakan, sebagai
kader, pihaknya mendapat banyak pengetahuan untuk membantu ibu-ibu lainnya. “Kami juga ikut mendukung
pelaksanaan kelas menyusui, kegiatan parenting bersama Posyandu, serta rembuk cegah stunting, di
mana masyarakat bersama-sama mengenali masalah dan menentukan langkah yang dibutuhkan untuk
penanganan stunting di desa,” tandasnya.

Untuk semakin memperluas akses terhadap gizi dan layanan kesehatan yang terjangkau, program Cargill
di Kabupaten Pasuruan berfokus pada dukungan terhadap akses layanan kesehatan, pemberian gizi
tambahan, akses air bersih, dan program kesehatan preventif bagi masyarakat rentan di sekitar wilayah
operasional perusahaan.

Dukungan kesehatan dan gizi masyarakat Melalui kemitraan dengan Puskesmas setempat dan pemangku kepentingan desa, Cargill mendukung
klinik kesehatan masyarakat yang melayani ratusan warga setiap bulan di Desa Kepulungan dan Desa Ngerong dengan menyediakan akses terhadap konsultasi kesehatan, pemeriksaan medis, obat-obatan, vitamin, serta rujukan untuk penanganan lanjutan apabila diperlukan. Cargill juga mendukung program pemantauan kesehatan dan gizi bagi bayi, remaja, ibu hamil, dan lansia di berbagai dusun di Pasuruan, yang memberikan manfaat kepada lebih dari 440 anak dan lebih dari 400 lansia.

Edukasi gizi dan akses protein terjangkau Melalui peringatan World Food Day dan World Egg Day, Cargill mendorong edukasi gizi dan mendistribusikan pangan kaya protein seperti telur, tempe, dan susu kedelai yang berasal dari UMKM lokal, menjangkau lebih dari 1.000 penerima manfaat sepanjang tahun 2025, termasuk bayi, ibu hamil, dan lansia. Ketahanan masyarakat dan pemberdayaan perempuan. Melengkapi berbagai upaya di bidang kesehatan dan gizi tersebut, Cargill mendukung akses air bersih
melalui pembangunan tujuh sumur dalam (deep-well) di Pasuruan yang memberikan manfaat bagi lebih
dari 10.000 warga. Cargill juga menyediakan pelatihan kewirausahaan, dukungan literasi keuangan, pendampingan pengembangan produk, dan peluang akses pasar bagi UMKM yang dipimpin perempuan guna membantu mendukung upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan mata pencaharian berkelanjutan.

Sudarti, Koordinator Griya UMKM dari Desa Ngerong, Pasuruan, mengatakan bahwa bagi dirinya selaku pelaku
UMKM, dukungan Cargill dalam memfasilitasi pengurusan NIB, sertifikasi halal, SPP-IRT, pelatihan digital
marketing, serta pengembangan kemasan sangat membantu. “Usaha yang sebelumnya belum memiliki legalitas dan kemasan standar kini menjadi lebih siap bersaing dan berkembang,” imbuhnya.

Berbagai inisiatif ini mencerminkan bagaimana Cargill turut membantu memperkuat ketahanan sistem
pangan melalui peningkatan akses terhadap gizi yang terjangkau, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi di tingkat masyarakat. Dengan pengalaman global lebih dari 160 tahun dalam menghubungkan petani, produsen pangan, pelanggan, dan masyarakat melalui rantai pasok terintegrasi, Cargill terus berupaya melakukan investasi dalam berbagai solusi yang mendukung ketahanan pangan, akses nutrisi, dan pembangunan pertanian berkelanjutan di berbagai belahan dunia.

“Membangun sistem pangan yang tangguh membutuhkan kolaborasi berkelanjutan lintas sektor dan aksi
nyata di lapangan,” tambah Yusuf. “Melalui kerja sama yang erat dengan masyarakat, pemerintah, dan
berbagai mitra, kami bertujuan untuk membantu memperluas akses terhadap pangan bergizi serta mendukung masyarakat yang lebih kuat dan lebih sehat di seluruh Indonesia,” tutupnya. (ajo/ian).

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

DPRD Trenggalek Perdakan Penyertaan Modal Rp10 M untuk BPR Jwalita

28 Mei 2026 - 09:39

Double Bahagia! Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo Raih Gelar Doktor dengan IPK 3,97 Tepat di Ultah ke-46

28 Mei 2026 - 08:51

Bem Uniwara Gelar Nobar dan Diskusi Kritis Film Pesta Babi, Soroti Krisis Ekologi Papua

27 Mei 2026 - 22:52

Pemkab Probolinggo Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo ke Masjid Besar Darul Muqorrobin Kuripan

27 Mei 2026 - 21:10

Gerindra Jember Siapkan Puluhan Ekor Sapi Kurban, Dibagikan hingga Tingkat Kecamatan

27 Mei 2026 - 15:16

Pemkot Pasuruan Salurkan 86 Hewan Kurban

27 Mei 2026 - 10:37

Trending di Berita Pasuruan