Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Peristiwa · 2 Jul 2025

Dibawah Thamrin PMI Jember Minim Inovasi, Parahnya Layanan Klinik dan Fogging Dihentikan


Dibawah Thamrin PMI Jember Minim Inovasi, Parahnya Layanan Klinik dan Fogging Dihentikan Perbesar

Jember, Kabarpas.com – PMI Cabang Jember belakangan mendapat sorotan tajam dari publik terkait ditutupnya Klinik Pratama PMI yang berada di kawasan Jubung. Masalah tersebut rupanya menjadi pemantik isu lain yang turut menjadi perhatian masyarakat yaitu dihentikannya layanan Fogging oleh PMI.

Layanan fogging disebut dihentikan sejak tahun 2022 di masa kepemimpinan Ketua PMI Cab Jember, M Thamrin. Langkah pasif ini otomatis menambah catatan buruk Thamrin yang selama ini tidak memiliki terobosan apapun di PMI.

Berbeda dengan kepemimpinan sebelumnya, di bawah Thamrin, PMI Jember seolah mengunci diri. Nyaris tidak ada sama sekalo pemberitaan tentang aktifitas PMI Jember.

Pelayanan fogging PMI Jember sebelumnya banyak membantu pemerintah daerah saat terjadi serangan demam berdarah. Saat ada pelayanan fogging gratis, banyak masyarakat yang mengajukan permintaan fogging. Pelayanan fogging diminati masyarakat karena segera mendapatkan respon cepat PMI Jember.

Sayangnya, sejak M. Thamrin menginjakkan kakinya, pelayanan fogging langsung dihentikan. Padahal, saat itu permintaan fogingg dari masyarakat cukup banyak. “Saya ikut mengajukan fogging akhir tahun 2022 tetapi tidak dilayani. Surat yang kami kirim juga tidak ada balasan,” kata Bagus, salah satu tokoh masyarakat di wilayah Sumbersari.

PMI Jember menghentikan pelayanan fogging selama masa kepengurusan M. Thamrin dengan alasan tidak ada anggaran dan bukan bidangnya. Kepengurusan Thamrin juga menutup layanan Klinik Pratama PMI di Jubung, yang sebelumnya menjadi pusat pelayanan kesehatan penting dan bagian dari visi jangka panjang mendirikan rumah sakit PMI di Jember.

Penutupan klinik ini menunjukkan kurangnya niat pengurus baru untuk melanjutkan atau mengembangkan pelayanan kesehatan inovatif, termasuk fogging, yang selama ini membantu pencegahan Demam Berdarah di wilayah tersebut.

Tak heran, kini muncul kritikan keras masyarakat.

Aep Ganda Permana salah seorang pengamat kebijakan publik menilai keputusan ini sebagai langkah yang merugikan masyarakat karena menurunkan pelayanan PMI secara signifikan. Termasuk menghentikan pelayanan mobil jenazah gratis.

“Penurunan pelayanan kesehatan dan pembubaran klinik menunjukkan bahwa kebijakan kepengurusan Thamrin cenderung mengurangi program-program inovatif yang sejatinya dibutuhkan masyarakat,” ujarnya. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Pedagang Pasar Tanjung Jember Berdamai di Pendopo, Skema Usulan Gus Fawait Disetujui

22 September 2026 - 16:52

POCARI SWEAT Run Bandung 2026: Birukan Bandung di Hari Jadi ke-216

20 September 2026 - 13:52

Dua Wakil Pasuruan Raih Jamsostek Award 2026 Tingkat Jawa Timur

17 September 2026 - 16:21

Podcast JAWARA Kabarpas bersama Adinda Denisa Kupas Tuntas Regulasi dan Strategi Pemda Dorong UMKM Naik Kelas

16 September 2026 - 09:04

DPRD Jatim Berharap Raperda Transportasi Terintegrasi Mampu Memikat Masyarakat 

15 September 2026 - 22:25

DTSEN Disorot Fraksi PDIP DPRD Jatim: Warga Miskin Bisa Tersisih Gara-gara Desil

11 September 2026 - 20:41

Trending di Peristiwa