Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 24 Okt 2025

Dinkes Jember Siapkan Skema Pembayaran Utang Rp214 Miliar Warisan Program J-Keren


Dinkes Jember Siapkan Skema Pembayaran Utang Rp214 Miliar Warisan Program J-Keren Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Isu warisan utang program J-Keren (Jember Keren) yang diinisiasi mantan Bupati Hendy Siswanto kembali mengemuka. Di tengah sorotan publik, Pemerintah Kabupaten Jember kini mulai menyiapkan langkah konkret untuk menuntaskan tunggakan yang membelit tiga rumah sakit daerah dengan total mencapai Rp214 miliar.

Tiga fasilitas layanan yang terdampak adalah RSD dr. Soebandi, RSD Kalisat, dan RSD Balung. Beban piutang terbesar berada di RSD dr. Soebandi, yang menanggung lebih dari separuh total kewajiban.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember, Akhmad Helmi Luqman, menyatakan pihaknya kini mendampingi seluruh rumah sakit daerah dalam menyusun skema pembayaran utang sesuai arahan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat Kabupaten Jember.

“Kami menjalankan fungsi pembinaan dengan memastikan setiap rumah sakit menyusun rencana pembayaran yang realistis dan tertuang dalam RBA (Rencana Bisnis Anggaran),” jelas Helmi.

Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyelesaian berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai koridor hukum. Dinas Kesehatan juga diminta Bupati Jember Muhammad Fawait untuk memastikan tak ada pengulangan kebijakan yang membebani keuangan daerah di masa mendatang.

Di sisi lain, persoalan J-Keren menjadi dilema tersendiri bagi Pemkab Jember. Program yang dulu digadang-gadang sebagai layanan kesehatan gratis bagi seluruh warga kini meninggalkan beban fiskal besar. Sementara masyarakat tetap membutuhkan keberlanjutan pelayanan kesehatan yang terjangkau.

Situasi ini tidak mudah. Pemerintah harus menyeimbangkan antara kewajiban menyelesaikan utang lama dan kebutuhan menjaga mutu layanan publik.

Berdasarkan catatan pihak RSD dr. Soebandi, piutang J-Keren terus menumpuk sejak tahun 2022. Pada tahun itu, tunggakan mencapai sekitar Rp35 miliar, jumlah yang sama juga terjadi pada 2023. Hingga 2024, angka itu melonjak menjadi sekitar Rp76 miliar, dengan total keseluruhan kini mencapai Rp109 miliar.

Keterlambatan pembayaran membuat rasio kas rumah sakit (cash ratio) menurun drastis. Imbasnya, rumah sakit mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan vital seperti pengadaan alat kesehatan, bahan habis pakai, hingga stok obat-obatan penting.

Tak hanya itu, rekanan farmasi yang memasok obat-obatan kini banyak menghentikan pengiriman karena belum menerima pembayaran. Beberapa bahkan memutus kerja sama dengan rumah sakit daerah, memperparah tekanan operasional layanan kesehatan publik di Jember.

Pemkab Jember berkomitmen menuntaskan seluruh tanggungan secara bertahap. Namun, pemerintah daerah juga menegaskan bahwa setiap kebijakan baru di sektor kesehatan wajib melalui perencanaan keuangan yang matang, agar “romantisme politik” di masa lalu tak kembali terulang. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 170 kali

Baca Lainnya

Tingkatkan Kenyamanan Akademik, FDIKOM UIN Jakarta Hadirkan Fasilitas Common Room 

8 Mei 2026 - 22:28

PLN Masuk Afdeling Trate, 101 Sambungan Baru Resmi Menyala di Kebun Kalisanen Kotta Blater

8 Mei 2026 - 21:10

Pansus III DPRD Trenggalek Kebut Raperda Fasilitasi Penyelenggaraan Ponpes dan Madrasah

8 Mei 2026 - 21:08

Polres Jember Tetapkan Sopir Truk Jadi Tersangka Kasus Solar Subsidi

8 Mei 2026 - 08:26

Wali Kota Pasuruan Pastikan Pembangunan JLU Berlanjut, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kawasan Industri

8 Mei 2026 - 05:28

Rumah Salon Rias Pengantin di Pasuruan Ludes Terbakar

8 Mei 2026 - 05:20

Trending di Berita Pasuruan