Pasuruan, Kabarpas.com – Dua pria di Kabupaten Pasuruan dibekuk polisi saat hendak jualan mercon di saat ramadan.
Kedua pelaku penjual bahan peledak tanpa izin tersebut diamankan dari dua wilayah Kecamatan berbeda.
Mereka adalah Nurul Khabib, 30, warga Dusun Puntir, Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan ditangkap tim Buser Polsek Purwosari. Dan satu pelaku lain bernama Romli, 56, warga Dusun Talang, Desa Wonosari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan ditangkap Satreskrim Polres Pasuruan.
Para penjual mercon ini dibekuk saat razia operasi penyakit masyarakat (Pekat) Semeru 2023.
Aipda Dodi Waluya Kanitreskrim Polsek Purwodadi, mengatakan bahwa Nurul Khabib, 30, ditangkap tim Buru Sergap (Buser) Polsek Purwodadi pada Selasa (21/3/2023) sekitar pukul 16.15 WIB.
Khabib, 30, diamankan di pinggir jalan raya jurusan Surabaya – Malang, Dusun Dinoyo, Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari.
“Pelaku hendak menjual rangkaian mercon dengan panjang 15 meter yang dimasukkan dalam kresek,” ujar Dodi pada Kabarpas.com. Kamis (23/3/2023).
Dijelaskan, mercon sepanjang 15 meter ini terdiri dari 260 petasan kecil, 8 petasan tanggung, dan satu petasan besar. Mercon tersebut rencananya dijual seharga Rp 35 ribu per meternya.
Saat diinterogasi, Khabib, 30, mengaku membeli rangkaian mercon tersebut dari seorang pembuat petasan di Kecamatan Tutur, berinisial MJ. “Kami masih menyelidiki dan memburu pelaku pembuat mercon ” imbuhnya.
Kemudian Di hari yang sama, Satreskrim Polres Pasuruan juga membekuk Romli, 56, penjual mercon asal Dusun Talang, Desa Wonosari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan pada pukul 10.30 WIB.
Tidak hanya menjual, Romli, 56 juga diduga meracik dan merangkai mercon rentengan di rumahnya.
“Di rumah pelaku kita temukan ratusan mercon beserta bahan peledak dan alat-alat pembuatnya,” ujar AKP Farouk Ashadi Haiti, Kasatreskrim Polres Pasuruan.
Polisi mengamankan 6 kardus dan satu plastik besar berisi rangkaian petasan mercon sepanjang 10 meter. Dengan komposisi rangkaian 400 petasan kecil, 10 petasan tanggung, dan 2 petasan besar.
Selain itu, disita pula 3 buah plastik sisa bahan bubuk peledak, 7 ikat sumbu petasan, sebuah ayakan, 3 paralon, 2 besi panjang, 2 kayu sebagai alat membuat mercon.
“Pelaku menjual rangkaian mercon seharga Rp 50 ribu per satu meternya,” pungkasnya. (emn/ian).

















